Rabu, 26 Agustus 2020 5 komentar

IMLEK BULAN 7 TANGGAL 7 HARI VALENTINE TIONGHOA (QI XI)

 QI XI baca : CHI SI, menurut legenda, pada malam hari ketujuh di bulan ketujuh dalam kalender Tiongkok, Si pengembala sapi Niu Lang dan Bidadari Khayangan Zhi Nu (baca: Ce Nii) akan bertemu di "Tian He" (jembatan yang dibentuk oleh burung-burung murai). Mereka hanya bisa bertemu sekali setahun. Kisah ini merupakan kisah asmara yang sangat indah dan menggugah bahkan dijadikan sebagai hari "Kasih Sayang" bagi kalangan masyarakat Tionghoa atau dikenal sebagai istilah Valentine.

    Adapun asal usul hari Valentine Tionghoa menurut beberapa versi berasal dari legenda cinta "Niu Lang dan Zhi Nu", si gembala sapi dan sang bidadari khayangan. Konon Bidadari adalah putri bungsu Raja Khayangan, dia terampil menenun sutra. Bila Anda melihat langit terang benderang dan terdapat tujuh warna pelangi, itu pasti hasil rajutan tangan-tangan terampil Bidadari tersebut. Niu Lang adalah seorang pengembala sapi yang jujur, baik dan rajin serta trampil berladang, tapi karena sangat miskin sehingga belum menemukan seorang perempuan yang mau diajak menikah.

    Sebagai hadiah kerja keras Niu Lang, maka Raja Langit mengizinkannya menikahi putrinya Zhinu. Namun ternyata setelah mereka menikah malah tenggelam dalam kebahagiaan hidup sehingga Zhinu tidak lagi menjalankan tugasnya menenun kain sutera yang merupakan awan dan pelangi di langit, langitpun menjadi tidak menarik, demikian pula dengan Niu Lang tidak berladang lagi, akhirnya Raja Langit murka dan memisahkan mereka berdua. Zhinu yang diasingkan di Utara, Niu Lang di Selatan Tiongkok. Mereka setiap hari hanya bisa bergelimangan air mata dan tidak lagi mengerjakan apapun. Raja Langit tidak tega melihat putri bungsunya hidup dalam penderitaan terus menerus akhirnya memberikan titah bahwa mereka boleh berjumpa setahun sekali tepatnya di imlek bulan tujuh tanggal tujuh dengan menyeberangi "Tian He" (jembatan yang dibentuk oleh burung-burung murai).

    Pada hari ini, masyarakat Cina (Taiwan) juga memperingatinya sebagai "Hari Anak Perempuan" atau "Nu Er Jie" ataupun "Qi Qiao Jie" (baca: Chi Chiao Cie). Para wanita akan mengadakan penyembahan secara beramai-ramai dengan buah-buahan, kue-kue, bunga, bedak dan perlengkapan menyulam serta kegiatan-kegiatan seperti pertandingan memasukkan benang ke dalam mata jarum, pertandingan mengikat simpul tali (jiesheng) dan pertandingan meletakkan jarum di atas permukaan air tanpa tenggelam. Para wanita berdoa kepada Niu Lang dan Zhinu agar mereka akan dapat jodoh yang baik serta memiliki kerajinan yang trampil seperti menenun, menjahit maupun memasak yang lihai.

    CARA SEMBAHYANG KEPADA ZHI NU ;

Tujuan  > Bintang Zhinu 
Tempat > Halaman rumah (bagi yang tidak memiliki halaman rumah maka boleh di depan pintu. 
Waktu > Setelah memasuki malam (setelah pukul 06.00 sore) 
Sajian > Buah-buahan (kecuali buah sarikaya, buah prem/plum, jambu batu, tomat), 5 macam biji-bijian (biji labu, ang co, kacang tanah, buah lengkeng, dan buah hazel), 3 cangkir teh, bunga (ditancap di pot kecil), jarum, benang, bedak, serbuk bunga serta cermin. 
Urutan > Letakkan sajian, nyalakan lilin, nyalakan dupa 3 batang dan sembahyang menghadap Niulang dan bintang Zhinu sembari mengucapkan permohonan ( seperti : memiliki wajah yang cantik, pasangan yang ideal, disayang mertua ataupun diberkahi keturunan), setelah dupa terbakar 1/3 bagian, kedua tangan ayunkan kimchua di hadapan dewa lalu bakar, tebarkan serbuk sari yang telah disajikan di atas atap rumah sebagai persembahan kepada Zhinu, sisa untuk dipakai sendiri, simpan sajian, selesai.
Senin, 24 Agustus 2020 1 komentar

孝子爷 xiao zi ye

三爷伯 sha ya pek juga dipanggil 孝子爷 xiao zi ye ~ hao zu ya.. Semasa hidup paling durhaka. Beliau menjalani proses hukuman di neraka ,selesai menjalani hukuman beliau masih merasa sangat berdosa dan bersalah kepada ibunya. Sehingga beliau tidak rela untuk reinkarnasi.

 Karena beliau sudah bertobat atas dosa2nya,   Kebetulan di alam akhirat kekurangan petugas, beliau diangkat oleh 阎罗王 giam luo ong untuk menangani keuangan di alam akhirat. 掌管阴府财务的三爷。

Asal usul penampilan beliau selalu berbusana balacu 穿麻布丧服 , tangan memegang lampion bakti dengan huruf 孝 bakti 手提葬礼灯 , dan 孝杖 xiao zhang..tongkat bambu bakti. Kalau ada ki kitong 乩童 yang dirasuki pasti tak henti2 menangis.
Rabu, 19 Agustus 2020 0 komentar

Hei Bai Wu Chang

黑白无常 - 七爷八爷  - 大爷伯二爷伯 
Hēi bái wú cháng - qī ye bā ye - dà yé bó èr ye bó
_______________________________________

Hei Bai Wu Chang :

Hei Bai Wu Chang (Hanzi=黑白無常) adalah dua dewa, satu pendek, satu tinggi, dirantai menjadi satu pada pergelangan kaki mereka, bertugas memberi berkah pada orang baik dan hukuman pada orang jahat. Keduanya adalah bawahan Yan Luo Wang atau raja akhirat dalam kepercayaan Taoisme dan bertugas untuk mengawasi perbuatan baik dan buruk manusia di dunia.

Wuchang adalah hantu atau petugas akhirat yang membawa roh-roh setelah kematian; dapat juga berarti "dapat berubah, tidak permanen, meninggal". Er Ye bertugas memburu hantu yang berbuat kejahatan di dunia manusia. Da Ye bertugas membimbing roh manusia yang berkelakuan baik selama hidupnya ke alam akhirat.

Terdapat lebih dari sepasang Hei Bai Wu Chang di akhirat. Dengan demikian, kisah bagaimana mereka meninggal juga berbeda-beda. Mereka memiliki pangkat seperti sersan dalam pasukan serta diperbolehkan untuk keluar-masuk alam manusia dan akhirat dengan bebas.

Hei Ba Wu Chang dikenal oleh masyarakat di China bagian selatan serta Asia Tenggara (dibawa oleh para imigran). Penduduk China bagian lain mungkin tidak mengenal keduanya.

Hei Bai Wu Chang dikenal dengan berbagai nama sebagai berikut:

1. Hei Bai Wu Chang (Hanzi=黑白无常; pinyin=Hēi Bái Wúcháng; Lit. hitam-putih/benar-salah yang tidak permanen) adalah nama yang umum digunakan dalam bahasa nasional China. Sebutan Hei (hitam) dan Bai (putih) bukan merujuk pada warna kulit atau pakaian, melainkan lebih mewakili Yin dan Yang.
2. Qi Ye Ba Ye (Hanzi= 七爺八爺; pinyin=Qīyé Bāyé; lit. Kakek ke-7 dan Kakek ke-8), mungkin karena karakter 7 berbentuk tinggi dan kurus dan karakter 8 (Hanzi= 八; pinyin=bā) berbentuk pendek dan lebar.
3. Dua Di Ya Peh (Hanzi=大二爷伯; pinyin=Dà èr Yé Bó; lit. Kakek terhormat pertama dan kedua) adalah nama dalam bahasa Hokkien dan Teochew di selatan China. Masing-masing dikenal sebagai Dua Ya Peh (大爷伯) dan Di Ya Peh (二爷伯).
 4. Da Ye Er Ye (Hanzi= 大爺二爺; pinyin=Dà Yé èr Yé; lit. kakek tertua dan kakek kedua), sebutan yang populer di Jakarta.
5. Da Ye Xiao Ye (Hanzi= 大爺小爺; pinyin=Dà Yé xiăo Yé; lit. tuan besar – tuan kecil).
 6. Gao Ye (Hanzi= 高爺; lit. dewa jangkung) dan Ai Ye (Hanzi= 矮爺; lit. dewa pendek) atau Gao Zi Ye (Hanzi= 高仔爺; lit. dewa cermat jangkung) dan Ai Zi Ye (Hanzi= 矮仔爺; lit. dewa cermat pendek).
7. Bái Ye (Hanzi= 白爷; lit. tuan putih) dan Chì Ye (Hanzi= 赤爷; lit. tuan merah tua).
8. Xie Jiangjun (Hanzi= 谢将军; lit. Jenderal Xie) dan Fan Jiangjun (Hanzi= 范将军; lit. Jenderal Fan).

Legenda :

Anak durhaka dan anak berbakti

Dalam sutra (kitab) agama Buddha berjudul Shiwangjing (lit. Sutra Sepuluh Yamaraja) yang ditemukan di Gua Dunhuang, terdapat salinan naskah yang menceritakan kisah perjalanan Kaisar Tang Taizong ke alam baka. Kisah tersebut dikembangkan dalam berbagai sastra, meliputi Perjalanan ke Barat, Raja Naga dari Sungai Jing, Men Shen, hingga pertemuan dengan Wuchang Gui.

Hakim Cui yang mengantar Kaisar Tang Taizong dalam perjalanan mengelilingi neraka menceritakan bahwa Hei Wuchang semasa hidupnya adalah seorang anak durhaka pemalas yang suka berjudi dan menghambur-hamburkan uang ayahnya. Karena tidak bisa diberi nasihat dan selalu membantah, ayahnya murka dan tanpa sengaja membunuhnya. Di pengadilan akhirat, ia dikirim ke neraka tingkat ke-18 untuk menerima hukuman. Hukuman yang ia terima membuatnya menyesal, bahkan ia menebus semua kesalahan yang ia perbuat. Yan Luo Wang tersentuh atas penyesalannya kemudian mengangkatnya menjadi Hei Wuchang yang bertugas memburu roh jahat. Saat malam tiba, ia akan berpatroli di dunia manusia untuk mengawasi perbuatan manusia, yang jahat akan ia tahan untuk diserahkan kepada Hakim Cui.

Bai Wuchang semasa hidupnya bernama Shancai, putra seorang tuan tanah kaya. Ia seorang dermawan yang senang menolong penduduk desa yang sedang berkesusahan. Namun, uang keluarganya menjadi sedikit sehingga ayahnya memberinya sejumlah uang untuk memulai bisnis dan tidak diperbolehkan pulang sebelum berhasil. Suatu hari, ia bertemu dengan seorang gadis bersama ibunya yang menangis, ternyata mereka sedang dililit hutang. Shancai memberikan semua uang dari ayahnya yang seharusnya digunakan untuk memulai bisnis. Setelah sadar, Shancai merasa menyesal telah menjadi anak durhaka yang tidak mampu membahagiakan orang tuanya, ia melompat ke laut dan meninggal. Yan Luo Wang mengangkatnya menjadi Bai Wuchang yang bertugas membimbing roh baik ke alam akhirat.

Saudara angkat dari Fujian :

Di Provinsi Fujian terdapat sepasang sahabat kental, yang satu pendek dan yang satu tinggi, yaitu Fan Wujiu dan Xie Bi An. Keduanya menjadi saudara angkat dan tidak dapat dipisahkan serta ahli dalam seni bela diri. Satu versi mengatakan mereka bekerja sebagai pesuruh pada sebuah kantor pemerintahan lokal yang bertugas menangkap penjahat, tetapi tidak pernah melukai penduduk biasa. Versi lain menyebutkan mereka berkeliling bersama untuk melindungi penduduk desa dari bandit dan pejabat korup.

Suatu hari mereka terjebak hujan yang sangat deras (dalam salah satu versi disebutkan bahwa mereka sedang mengawal penjahat, tetapi penjahat itu melarikan diri karena hujan deras). Saat sampai di tepi Jembatan Peron Selatan (Hanzi= 南台桥; pinyin= nán tái qiáo), Xie yang tinggi menyuruh Fan untuk menunggunya di bawah jembatan sementara ia akan pergi mencari payung besar agar dapat memayungi mereka berdua. Saat itu sedang malam.

Hujan semakin lebat, Xie belum juga kembali. Meskipun air sungai meluap, Fan memegang janjinya untuk menunggu di sana sehingga tidak pindah ke tempat yang lebih tinggi, supaya Xie tidak kebingungan mencarinya setelah ia kembali nanti. Tiba-tiba banjir menghanyutkannya hingga ia tewas.

Saat Xie kembali sambil membawa payung, hujan sudah mulai mengecil. Ia tidak menemukan Fan di tempat mereka berpisah, dan menjadi ragu apakah ia kembali ke tempat yang benar. Ia mencari Fan lebih dari dua hingga tiga hari. Akhirnya ia menemukan jenasah Fan yang sudah mulai mengembung dan berubah warna hitam kemerahan, tersangkut pada sebuah akar pohon saat air sudah berkurang. Xie berduka sangat mendalam dan merasa hidupnya tidak akan berarti lagi sepeninggalan sahabatnya itu, kemudian menggantung dirinya. Penduduk menemukan tubuhnya yang tinggi, berwajah pucat serta lidah terjulur, tergantung di atas pohon dimana jenasah Fan tersangkut di akarnya.

Tak ada penduduk yang tahu keluarga mereka. Para penduduk memakamkan mereka, tetapi makam mereka kini sudah hilang karena tidak ada keturunan yang mengurusi makam mereka. Kasih sayang dan kesetiaan keduanya membuat Cheng Huang Ye terharu kemudian mengangkat mereka sebagai asistennya. Mereka meneruskan pekerjaan mereka bersama-sama untuk melindungi penduduk dari bandit dan segala sesuatu yang buruk.

Versi lain menyebutkan bahwa Dewa Kota Cheng Huang Ye tidak pernah menyadari mereka. Namun, setelah Kaisar Tang Taizong mengunjungi alam akhirat dalam mimpinya, kemudian Fan dan Xie bersedia menjadi penunjuk arahnya baginya, setelah terbangun ia menunjuk mereka sebagai asisten Cheng Huang Ye.
Kisah dari Dinasti Tang

Da Ye adalah Jendral Xie Bi An (謝必安 ), sedangkan Er Ye adalah Jendral Fan Wu Jiu (范無救). Mereka hidup pada masa Dinasti Tang (618 – 907 M) sebagai jenderal Kota Sui Yang.

Saat pemberontakan An Lu Shan, pasukan pemberontak mendadak menyerang kota Chang An sehingga Kaisar Tang Ming melarikan diri sampai ke Provinsi Xi Chuan Barat. Tentara pemberontak mengepung sampai Kota Sui Yang yang dijaga Xu Yuan dan Zhang Xun. Setelah pengepungan yang cukup lama, Zhang Xun mengutus Jendral Xie Bi An dan Fan Wu Jiu keluar benteng kota untuk meminta bala bantuan.

Jendral Xie Bi An yang berpostur tubuh tinggi (sekitar 3,33 meter) serta kaki yang panjang dapat berlari lebih cepat, tetapi ia bertemu dengan musuh terlebih kemudian tertangkap. Ia kemudian digantung di atas tembok kota sehingga terlihat oleh Jendral Fan Wu Jiu. Saat bersembunyi di tepi sungai, tanpa sengaja ia terjatuh ke sungai dan mati tenggelam. Setelah itu, Kota Sui Yang jatuh ke tangan pemberontak karena para prajurit telah letih dan kehabisan ransum. Jendral Xie dan Fan yang tewas demi membela Negara kemudian dianugerahi gelar sebagai Jendral Pelindung.

Kisah dari Dinasti Qing : 

Pada provinsi bagian selatan di China, terdapat saudara angkat Xie Bi An dan Fan Wujiu yang bekerja sebagai petugas keamanan pada sebuah kantor pemerintahan. Pada masa itu, opium diperkenalkan ke China oleh Inggris yang mengklaimnya sebagai pasta panjang umur (长寿糕). Banyak orang, termasuk Xie Bi An dan Fan Wujiu termakan kebohongan itu sehingga menjadi kecanduan.

Sebagai pemimpin petugas keamanan, Xie Bi An yang sudah teramat kecanduan diberi dua pilihan: menerima uang suap, menutup mata dan memperoleh suplai opium tak terbatas, atau akan dibunuh karena mengungkapkan bahaya opium kepada masyarakat. Xie Bi An memilih pilihan kedua kemudian menggantung diri di luar gerbang kota. Jenasah Xie Bi An diturunkan oleh Fan Wujiu, yang karena shock akibat peristiwa tersebut, kemudian meloncat ke laut keesokan harinya.

Kaisar Giok melihat mereka berkepribadian benar dan bertanggung jawab sehingga menunjuk mereka sebagai petugas keamanan akhirat. Selain menegakkan hukum dan aturan di akhirat, mereka juga menangkap roh-roh berkeliaran di dunia manusia.

Kultus :

Hei Bai Wuchang selalu digambarkan berdua. Da Ye digambarkan berkulit pucat dan kurus, mata menonjol dengan lidah menjulur panjang keluar, mengenakan topi kertas panjang yang bertuliskan Yi Jian Da Ji (Hanzi= 一見大吉; lit. sekali bertemu akan mendapat keberuntungan),[2] meskipun istilah kebahagiaan terkadang dikonotasikan secara negatif. Er Ye digambarkan agak kecil dan pendek, hidung pesek dengan bibir tebal, tangan kanan memegang kipas, tangan kiri memegang lempengan bertuliskan Shan E Fen Ming (Hanzi=善惡分明; lit. membedakan dengan jelas baik dan jahat).

Pada sebagian kuil, altar mereka tidak dihiasi patung biasa, melainkan kostum seperti ondel
1 komentar

Hayagriva

【马头观音】,梵名 Hayagrīva。
Mǎ tóu guānyīn ,Nama Sansekerta Hayagrīva。

Avalokitesvara Kepala Kuda (Hayagriva, Matou Guanyin, Jep. Bato Kannon)

Istilah ‘Hayagriva’ secara harfiah berarti ‘yang berleher kuda’ dan merupakan salah satu bentuk perwujudan menyeramkan dari Avalokitesvara. Perwujudan ini biasanya dilukiskan dengan kepala kuda berambut terurai. Sebelum ditampilkan sebagai perwujudan Avalokitesvara, Hayagriva berdiri sendiri sebagai emanasi Amitäbha dan Aksobhya. Orang Cina memanggilnya ‘Matou Mingwang atau Fennuchi Mingwang’. Tanda khususnya adalah mudra uttarabodhi (‘Pencerahan Tiada Tara’) —kedua telapak dirangkap bersama kecuali ibu jari dan telunjuk terentang keluar dan bersentuhan di ujung. (Mudra ini juga dikenal sebagai mudra padma atau teratai.)

Di Tibet, dia di-kenal sebagai salah satu dari ‘Delapan Pelindung Dharma’ (drag-gshed). Dalam Sädhanamälä disebutkan bahwa dia mendampingi perwujudan Lokanätha Avalokitesvara bersama Tärä, dan juga ditemukan dalam rombongan Khasarpana Avalokitesvara bersama Sudhana Kumära, Bhàkuti, dan Tärä. Kuda adalah bagian dari Tujuh Permata Kerajaan Dunia ( cakravarti). Sama seperti Permata Kuda yang mampu berlari ke seluruh penjuru dunia dan menaklukkannya, Hayagrìva juga menaklukkan lautan kelahiran, usia tua, sakit, dan mati.

Kadangkala dia dikenali bersama Avalokitesvara yang muncul di antara binatang. Karenanya dia dianggap sebagai pelindung binatang. Ringkikannya yang membahana dikatakan untuk mengusir mara. Hayagrìva dipuja oleh para penjual kuda. Dia juga menjelma pada gagang phurbu (pisau ritual) Tibet. Secara simbolis, phurbu dipakai dalam ritual untuk‘membunuh’ mara dan menghancurkan semua kekuatan jahat.

Bentuk Hayagrìva yang lain

Salah satu keterangan terawal tentang Hayagrìva ditemukan dalam Mahävairocana Sütra (Dapilizhena Chengfo Shenbian Jiachi Jing T 18:1) yang diterjemahkan tahun 724. Dalam perwujudannya yang paling sederhana, dia tampil dengan kepala kuda, mahkota tengkorak, rambut terurai, dan di bawah untaian kalung tengkorak tergantung kulit harimau. Dia mengacungkan pedang di tangan kanan dan memegang jerat di tangan kiri. Bentuk perwujudannya yang lain adalah:

1. Satu kepala dan empat lengan. Tangan bagian atas memegang tongkat kebesaran (kadangkala bermahkota tengkorak) dan bunga; tangan bawah memegang roda (atau jerat) di depan dada; tangan kanan membuat mudra mistis; dan dia menginjak sisi kanan tahta teratai.

2. Tiga kepala, empat lengan, dan empat kaki. Lengan atas memegang vajra dan bunga, lengan bawah membentangkan busur. Dia menginjak sisi kanan mara. Pakaiannya mirip seperti bentuk yang sebelumnya. Inilah bentuk yang diyakini dilihat oleh Atiÿa (982-1054), pembaharu Buddhis India yang ajarannya mendasari ajaran sekte Kadampa Tibet.

3. Tiga kepala, enam lengan, dan enam kaki. Dia memegang semua lambang yang disebutkan dalam dua bentuk lainnya, tetapi dari rambutnya yang terurai muncul tigakepala kuda. Biasanya dia digambarkan dengan tiga mata, memegang sayap garuda, dan berpakaian kulit harimau dan gajah. Lengan bagian atas memegang vajra gandadan pedang, pasangan lengan berikutnya memegang tongkat kebesaran dan tombak ( khatvanga). Lengan bawah memeluk prajñä biru muda, dan memegang mangkuk tengkorak di kiri, sementara yang kanan membentuk mudra mistis (seperti mudra abhaya).

Semua aspek menakutkan dari Hayagrìva ini dimaksudkan untuk melambangkan ketakutan semua makhluk dalam simbol yang konkret. Dalam ‘simbolisme terbalik’ itu, hal yang ditakuti oleh seseorang diubah menjadi pelindungnya sendiri. Sesungguhnya tak ada yang harus ditakuti selain diri sendiri. Ini adalah dasar perlambang Hayagrìva.
Minggu, 10 Mei 2020 2 komentar

Prosesi angkat Tulang pemindahan Makam Tionghoa

SEKILAS TRADISI PEMAKAMAN TIONG HUA By Bong tet Hie
Saya dapat artikel ini dari Fb sodara bong yang mungkin berguna bagi kita semua

NAMA FENGSHUI MUNGKIN SUDAH TIDAK ASING DIKALANGAN MASYARAKAT TIONG HUA KHUSUSNYA YG MASIH PERCAYA N MEMEGANG TEGUH ADAT BUDAYA DAN KEPERCAYAANNYA  ..ILMU FENGSHUI INI SENDIRI  ADALAH BERASAL N LAHIR DARI NEGARA CHINA ...YG DIMANA CHINA YG SEKARANG KEMAJUAN N REPUTASI NEGARANYA SUDAH BERKEMBANG MAJU DGN PESAT SEHINGGA MENJADI DEBUAH NEGARA RAKSASA ADIDAYA MUNGKIN SETARA ATAUPUN BAHKAN MELAMPAUI NEGARA AMERIKA /ATAUPUN NEGARA EROPA LAINNYA ....

DIBAWAH INI ADALAH FOTO2 PEMINDAHAN MAKAM / KUBURAN KETEMPAT LAIN..........
DALAM PEMAHAMAN ..KEPERCAYAAN .KONSEP2 SERTA TRADISI BUDAYA TIONGHUA PEMINDAHAN TULANG BELULANG KUBURAN LELUHUR ATAUPUN ORANG TUA TIDAK DIGALAKKAN TIDAK  DISARANKAN DAN TIDAK DIANJURKAN  KARENA DIPERCAYA BISA MEMBAWA EFEK DAN DAMPAK BURUK KEPADA KELUARGA YG DITELAH DITINGGALKN ALMARHUM..

KALAUPUN ADA PEMINDAHAN KUBURAN TSB HARUS DIPIMPIN N DIPANDU OLEH SEORANG SUHU YG BENAR2 AHLI N PANDAI DLM MENANGANI KASUS INI ...KRITERIA2 YG HARUS MUNGKIN DIMILIKI OLEH SEORANG SUHU TSB BISA MENCAKUP BEBERAPA HAL DIBAWAH...
1. MEMPUNYAI MATA BATIN /MATA ROHANI 
     SEHINGGA SUHU TSB BISA BERINTERAKSI/
     BERDIALOG ATAU BERMEDIASI SECARA
 .  LANGSUNG
     TERHADAP SANG ARWAH N PENGUASA
     SETEMPAT DIALAM BAKA TENTANG 
     PERIHAL PEMINDAHAN MAKAM/KUBURAN
     KETEMPAT LAIN 
2. SUHU TSB FAHAM DAN MENGUASAI
     SECARA
     KESELURUHAN ILMU FENGSHUI KOMPAS
     ARAH DAN FENG SHUI ALIRAN BENTUK
3.  SUHU TSB JUGA HARUS FAHAM N 
      MENGERTI TTG SYARAT2 N KRITERIA 
      TENTANG TIPE2 BENTUK PEMBANGUNAN
       MAKAM YANG BAIK DAN BENAR 
ITULAH  SYARAT N KRITERIA YG WAJIB N MUNGKIN HARUS DIMILIKI OLEH SEORANG SUHU........

ADAPUN PEMINDAHAN MAKAM KUBURAN MUNGKIN BISA DISEBABKAN BEBERAPA HAL
YG MUNGKIN TERDESAK N MENDESAK YAITU

1.KARENA KELUARGA YG DITINGGALKN DIBERI SUATU WAHYU PETUNJUK YG BERUPA SEBUAH MIMPI BAHWA KUBURAN ALMARHUM TERENDAM AIR SECARA TERUS MENERUS DLM  SUATU RENTANG WAKTU YG LAMA  .MAKA PERLU DIPINDAHKAN 

2. KARENA BISA JADI DIBERIKAN SUATU PETUNJUK LEWAT MIMPI OLEH ALMARHUM KPD KELUARGANYA
KARENA KUBURAN ALMARHUM DITANAM N DIKUBURKAN DITANAH PEMAKAMAN VAMPIRE ATAU DLM BHS HAKKA PEMAKAMAN ZONG SHI THI...YG DIMANA DIPERCAYA LOKASI BAWAH TANAH TSB DIDIAMI OLEH SESOSOK DEWA/PEMBESAR SEHINGGA UTK MENGANTISIPASI AGAR LIMBAH DARI JENASAH TSB TIDAK MENCEMARI N MENGOTORI LINGKUNGAN TSB MAKA JENASAH ALMARHUM TSB AKAN TETAP AWET N KEKAL SEHINGGA RAMBUT KUKU TANGAN N KUKU KAKI AKAN MEMANJANG DARI WAKTU KE WAKTU ....MAKA DISARANKAN OLEH ARWAH ALMARHUM UNTUK DIPINDAHKAN KETEMPAT LAIN 

3. KARENA DIDALAM TANAH PEMAKAMAN ALMARHUM TSB TERDAPAT SARANG ULAR.
SARANG LEBAH..SARANG TAWON ATAU ANAI ANAI SEHINGGA MERUSAK STRUKTUR PONDASI PETI MAUPUN TANAH PEMAKAMAN

4. KARENA ANAK CUCU KELUARGA ALMARHUM INGIN MENYATUKAN KUBURAN AYAH DAN IBUNYA ATAUPUN KUBURAN KAKEK N NENEKNYA MENJADI SATU AGAR TIDAK TERPISAH MENJADI JAUH.DAN MENJADI DEKAT SERTA MENJADI SATU 

5. KARENA KELUARGA DARI ALMARHUM TSB 
MUNGKIN INGIN PINDAH TINGGAL KESUATU TEMPAT YG JAUH BISA JADI KELUAR ANTAR PULAU ATAUPUN PINDAH KELUAR NEGERI JADI MAKAM LELUHUR / ORANG TUA TSB JUGA DISERTAKAN IKUT PINDAH

6. KARENA DIRASA KUBURAN ALMARHUM DIRASA KURANG INDAH N KURANG BAGUS 
MAKA TIMBULLAH NIAT DARI HATI ANAK CUCU KELURGA DARI ALMARHUM UTK MEMINDAHKAN MAKAM DAN MERENOVASI SEBUAH MAKAM YG BARU LAGI. YG LEBIH BAIK N BAGUS DARI SEBELUMNYA 

7.KARENA MUNGKIN ADA SEBUAH TRADISI N KEPERCAYAAN  TIONGHUA BARAT DALAM SUATU RENTANG PERIODE WAKTU MAKAM AKAN DIGALI N DIPINDAHKAN KESUATU TEMPAT PEMAKAMAN YG BARU ...SEPERTI YG PERNAH SAYA DENGAR DI PROPINSI KEPULAUAN TAIWAN.

ITULAH BEBERAPA HAL N ASPEK YG DIYAKINI SEBAGAI  ALASAN MENDASAR ATAS PEMINDAHAN SUATU MAKAM.........MESKI DALAM TRADISI N KEPERCAYAAN TIONGHUA KUBURAN N MAKAM YG DIRASA TELAH BAIK PANTANG DIUTAK ATIK N DIRENOVASI ULANG ATAUPUN DIPINDAH2KAN LAGI.....

TATA CARA PEMINDAHAN SUATU MAKAM KUBURAN .....
1...SAAT KUBURAN YG AKAN DIPINDAHKAN SEBELUMNYA TELAH DICARI SATU TANGGAL HARI BULAN JAM MENIT YG BAIK N TEPAT 
BAIK UTK  SISI KELUARGA N ALMARHUM

2..DIPIMPIN OLEH SEORANG SUHU YG BERKALIBER AHLI DAN PANDAI

3.TULANG2 ORTU/LELUHUR YG DIKELUARKAN AKAN DIBERSIHKAN N DICUCI DGN ARAK PUTIH...

4. TULANG2  BELULANG LELUHUR/ORTU YG TELAH DICUCI N DIBERSIHKAN AKAN DISUSUN DIMULAI DARI TULANG  BAGIAN KAKI MENYUSUL TULANG BAGIAN ATAS SESUAI DGN BENTUK ANATOMI TULANG TUBUH  MANUSIA KEMUDIAN  DIMASUKKAN KEDALAM PETI MATI YG BARU ATAUPUN DIMASUKKAN KEDALAM TEMPAYAN YG BARU
LALU DIKUBURKAN LAGI DITEMPAT YG TELAH DITENTUKAN

5. PEMINDAHAN MAKAM KUBURAN  BIASANYA DILAKUKAN MALAM HARI ..TENGAH MALAM  DAN BERAKHIR SEBELUM SUBUH.....MENGINGAT TULANG BELULANG LELUHUR TIDAK BISA TERKENA PANCARAN PANAS SINAR MATAHARI SERTA BERHADAPAN SECARA LANGSUNG MENGHADAP LANGIT

ADAPUN PEMINDAHAN MAKAM KUBURAN  YG TELAH MEMENUHI SEMUA KRITERIA N PERSYARATAN YG TELAH DITENTUKAN SECARA BAIK N BENAR MAKA ROH/ARWAH DARI AL.MARHUM AKAN HIDUP TENANG DAN DAMAI .KEHIDUPAN ANAK CUCU KELUARGA ALMARHUM MUNGKIN BISA NORMAL ...BAIK ATAUPUN LEBIH BAIK DARI SEBELUMNYA 

ADAPUN PEMINDAHAN MAKAM KUBURAN YG KURANG MEMENUHI KRITERIA N PERSYARATAN YG BAIK MUNGKIN BISA BERDAMPAK KURANG BAIK BAGI KELUARGA N ANAK CUCU DARI ALMARHUM ..SEPERTI ADA 2 BIAH CONTOH KISAH NYATA YG SAYA KETAHUI PERSIS STENTANG RENOVASI MAKAM DAN PEMINDAHAN MAKAM YG GAGAL

1. ADA SEORANG PENGUSAHA PEMBALAKAN KAYU DIPONTIANAK PADA MASA LALU YG TELAH SUKSES SERTA KAYA RAYA MERENOVASI ULANG KUBURAN  ORTUNYA ..ALHASIL YG DIDAPAT DARI BEBERAPA RENTANG PERIKDE WAKTU USAHA PEMBALAKAN KAYUNYA BANGKRUT N ANJLOK BANYAK ASET2 NYA YG DIJUAL PADA SAAT ITU..SERTA PERNAH MENGALAMI KORBAN TABRAK LARI DISUATU TEMPAT.

2. ADALAGI SATU CERITA NYATA TTG ADA  SEORANG USAHAWAN YG MEMINDAHAN SEMUA MAKAM2 KESUATU TEMPAT YG BARU ..MAKA PADA SUATU  KETIKA DISAAT BINTANG KEBERUNTUNGANNYA SURAM PENGUSAHA TSB KELUAR KOTA ...DISAAT YG TIDAK BSA DITEBAK ANAKNYA YG MENGEMUDIKAN MOBIL TSB MENABRAK GUNDUKAN SEMEN PEMBATAS JALAN KARENA SALAH SATU BAN MOBILNYA PECAH SEHINGGA MOBIL TSB JUNGKIR BALIK ...ANAK PENGUSAHA TSB TEWAS DITEMPAT SEDANGKAN PENGUSAHA TSB PATAH TULANG BELAKANG N PATAH TULANG RUSUK ...ANAK PENGUSAHA TSB PERNAH MENJADI TEMAN SEKELAS SAYA SEWAKTU MASH SEKOLAH DASAR DULU....

MUNGKIN SEDIKIT KLARISIFIKASI INFORMAS DIATAS  BISA TERBANTU DAN MEMBANTU  GUNA MENAMBAH PENGETAHUAN  DAN WAWASAN ....KARENA KAKEK /ORTU PERNAH BERCERITA SEMASA HIDUPNYA TENTANG PENGALAMAN YG PERNAH DILIHAT N DILALUINYA  BERHUBUNG KAKEK SAYA PRIBADI SENDIRI  SEBELUM DATANG BERHIJRAH KE INDONESIA JUGA PERNAH BERKARIR N BERKECIMPUNG DALAM KERJA KERJA PEMBUATAN MAKAM MAKAM KUBURAN DI GUANG DONG CHINA BERSAMA PAMANNYA SEORANG  PMBUAT KUBURAN DIMASA ITU
 AKHIR  KATA SEKIAN N TERIMA KASIH 
           🌺🌺🌺🙏🙏🙏🌺🌺🌺
Senin, 17 September 2018 8 komentar

Tempat Konsultasi Spiritual Mencari hari baik dsbnya

Bagi Para Xie xiong / Sie cie yang mengalami Masalah atau mencari hari baik , meminta jawaban dari para dewa, bisa mengkonsultasikan permasalahan  kepada mereka berikut ini,semoga dapat tertolong..


SURABAYA :

1. Sin Cu (Perantara Thai shang Lao Cin)
   Alamat :
  Jl.Klampis anom III no 24 Surabaya Jawa Timur
  (Mencari hari baik serta Konsultasi  Permasalahan )saya sering ditolong    olehnya dan tidak memungut biaya.


Rumahnya yang pagarnya terbuka itu .semoga banyak yang terbantu .
Sabtu, 01 September 2018 1 komentar

Chai Shen Ye ( dewa-dewa rejeki )

Chai Shen Ye ( dewa-dewa rejeki )

sumber : http://tradisitridharma.blogspot.com


Chai Shen Ye adalah perwujudan dari dewa-dewa rejeki (dewa harta) ada yang dari kalangan sipil adapula yang dari kalangan militer, bahkan ada yang dari kalangan budhis, dewa-dewa ini sangat banyak sering kali para umat salah mengartikan Chai Shen, sosok rupang Chai Shen memang di buat sedemikian rupa tetapi itu hanya sebagai perwujudan,

Yang termasuk dewa rejeki antar lain Han Tan Kong (Zhao Gong Ming), Kwan Kong, Fu Tek Chen Zhen, Bigan, dan masih banyak lainnya. jadi jangan dikira sosok Chai Shen adalah 1dewa saja, tetapi sebagai lambang perwujudan dari beberapa shen, pembagian pada umumnya
- Wu lu Chai Shen,
- Wen Wu Cai Shen.
- Dewa Harta empat penjuru tambahan,
- Dewa Harta dalam Budhis,
- Cai Shen yang lain


  1. Wu Lu Chai Shen



Han Tan Kong memiliki 4 pengawal yang memiliki tugas sama yaitu membantu membagi harta kekayaan kepada umat



  •  Zhao Bao Tian Zun Xiao Sheng (Hanzi=招寳天尊蕭升; lit. Malaikat Pemanggil Mustika)
  • Xiao Sheng (Hanzi= 蕭升) adalah Dewa Harta Timur.



    • Na Zhen Tian Zun Zen Bao(Hanzi= 納珍天尊震寳; lit. Malaikat Pemungut Benda Berharga)
    Cao Bao (Hanzi= 震寳) adalah Dewa Harta Barat.



    • Hao Chai Shi Zhe Chen Jiu Gong (Hanzi=招財使者陳九公; lit. Duta Pemanggil Kekayaan)
    Chen Jiu Gong (Hanzi= 陳九公) adalah Dewa Harta Selatan.

    • Li Shi Xian Guan Yao Shao Si (Hanzi= 利市仙官姚少司; lit. Pejabat Dewa Keuntungan)
    Yao Shao Si (Hanzi= 姚少司) adalah Dewa Harta Utara.

     
2. Wen Wu Cai Shen (Hanzi=文武財神; Hokkien=Bun Bu Cai Sin) adalah Dewa Harta Sipil dan Militer. yang Cai Shen yang tergolong dalam kelompok ini adalah Xuan Tan Yuan Shuai Zhao Gong Ming , Guan Gong (Hanzi= 關公; Kwan Kong)[3], dan Bigan.


Zhao Gong Ming (Han Tan Kong)


 Zhao Gong Ming (Hanzi= 赵公明; Hokkien=Tio Kong Beng) adalah salah satu Cai Shen yang ikonnya selalu tampil setiap perayaan Tahun Baru Imlek. Ia juga disebut "Dewa Kabar Baik" karena dapat memberikan kebahagiaan pada orang-orang. Zhao Gong Ming selalu membantu semua manusia berbudi luhur dan rajin yang sedang mengalami kesulitan sehingga menjadi berbahagia. Itulah sebabnya dirinya disebut Dewa Rejeki.[5]
Sebagai Dewa Harta Militer, Zhao Gong Ming sering ditampilkan sebagai seorang panglima perang berwajah bengis dengan pakaian perang lengkap, satu tangan menggenggam ruyung dan tangan yang lain membawa sebongkah emas, dan mengendarai seekor harimau hitam. Penggambaran ini berdasarkan buku Feng Shen Bang (Hanzi= 封神榜; lit. Daftar Penganugerahan Dewa-Dewa).[3] Ia merupakan pemimpin Wu Lu Cai Shen atau Dewa Harta Lima Jalan dan menjadi Dewa Harta Tengah dalam Dewa Harta Lima Penjuru. Perayaan hari raya untuknya adalah setiap tanggal 15 bulan 3 penanggalan Imlek.

Guan Gong



Guan Gong dahulu pernah menjadi gubernur wilayah Yong An. Ia memimpin dengan adil dan bijaksana sehingga kota tersebut menjadi berkembang pesat dan makmur, semua rakyatnya tidak pernah berkekurangan. beliau juga dikenal sangat teliti dalam penghitungan keuangan kota, Ia dikenal murah hati; hadiah-hadiah seperti sutra dan emas yang ia terima tidak pernah ia gunakan, melainkan ia berikan untuk kesejahteraan rakyatnya.[5] Guan Yu dikenal dalam kisahnya menjaga kakak iparnya (istri Liu Bei) selama dalam perjalanan berdua, sehingga masyarakat China menghormati serta memuja kesetiaannya.
Para pedagang di China zaman dahulu memuja Guan Gong untuk melindungi mereka dari penyamun dan malapetaka lain selama dalam perjalanan bisnis. Akhirnya, ia dipuja bukan hanya sebagai dewa pelindung para pedagang dalam perjalanan, tetapi juga sebagai Cai Shen.[5] Karena watak Guan Gong yang lurus dan jujur, ia tidak akan memberkati bisnis atau pedagang yang curang. Sebagai Cai Shen dan pelindung, rupang yang digunakan pada altar adalah yang dalam posisi siaga memegang senjata guan dao.

Bigan




Bigan (Hanzi= 比干) merupakan tokoh historis yang hidup pada masa akhir Dinasti Shang. Ia adalah putra Wen Ding (文丁), keturunan Zi (), dan merupakan keluarga kerajaan, yaitu paman dari raja terakhir Dinasti Shang yang bernama Zhou Xin (紂王). Selain dipuja oleh masyarakat China secara umum, ia terutama dipuja oleh keluarga Lin () di seluruh dunia.[4]
Ia merupakan satu-satunya penasihat raja Zhou dari Dinasti Shang yang masih setia menemani serta menasihati keponakannya yang korup, sementara dua pamannya yang lain memilih untuk mengundurkan diri. Raja Zhou merasa terganggu hingga akhirnya Daji (妲己), selir kesayangannya, berkata bahwa dirinya ingin membuktikan kebenaran pepatah kuno China bahwa "jantung seorang pria yang baik memiliki tujuh lubang" (七巧玲瓏心). Bigan kemudian dieksekusi dengan jalan jantungnya dikeluarkan (比干剖心).[4]
Karena Bigan tidak mementingkan diri sendiri serta adil dan jujur, ia tidak memiliki jantung untuk dirinya sendiri. Masyarakat memujanya sebagai Dewa Harta Sipil.[4] Legenda mengatakan bahwa para pebisnis yang diberkahi Bigan hanyalah yang melakukan bisnis jujur. Ia digambarkan berpakaian pejabat sipil China kuno lengkap dengan topi khas dan jubah bermotif, membawa batangan emas atau perak di kakinya serta tongkat ruyi (tongkat berbentuk seperti huruf "S" yang biasanya terbuat dari giok)[6] yang dapat mengubah batu dan besi menjadi emas.
 


3. Dewa harta empat penjuru tambahan
    Dewa Harta Tenggara (東南路), Dewa Judi – Han Xin Ye


  •     Dewa Judi – Han Xin Ye (大 -
  •  Han Xin adalah seorang jenderal perang yang melayani Liu Bang (kekaisaran Han) dimana beliau sangat cerdas dan pintar, selama menjabat jendral senantiasa dia menemukan cara untuk membangkitkan semangat para prajuritnya, salah satu tak tik yang dia jalankan adalah dengan berjudi, seluruh pasukan baik pemimpin maupun prajurit biasa dia ajak berjudi dengan tak tik ini dia banyak memenangkan pertempuran, dengan keberanian dan kepintarannya Liu Bang menjadi takut dengan Han xin, sehingga suatu hari Liu Bang mendengar bahwa Han Xin akan memberontak dan di tangkaplah beliau dan di hukum pengal, sebelum di hukum pengal, han xin mengutarakan 3 niatnya, dimana Han xin juga menemukan permainan dadu 4 dalam mangkuk pada saat itu, orang-orang senantiasa menyebut Han Xin sebagai God of Gambler

    Dewa Harta Barat Daya (西南路), Dewa Keberuntungan - Liu Hai


  •     Dewa Keberuntungan - Liu Hai (偏 - 刘海). Ia seringkali ditampilkan mengendarai seekor katak emas berkaki tiga.
Liu Hai (刘海) adalah seorang Perdana Menteri  yang melayani Raja Yan, Liu Shou Guang (劉守光), selama Lima Dinasti di Cina. Begitu beliau mengenal tao segera dia meninggalkan posisinya dan banyak belajar membantu manusia. Liu Hai melakukan banyak perbuatan baik untuk membantu umat manusia yang termasuk mengalahkan setan jahat.
Suatu saat beliau mendengar ada roh jahat dengan penampakan katak emas yang sering meneror umat manusia, segera Liu Hai bertempur dengan katak emas tersebut, setelah beberapa lamanya akhirnya liu hai berhasil memotong salah satu kaki belakang katak emas tersebut, katak emas tersebut akhirnya mengaku kalah dan bersedia menjadi pengawal sekaligus tungangan Liu Hai, katak emas tersebut memiliki kebiasaan ditempat yang gelap dan dingin sering kali dia menemukan harta emas maupun perak dan memakannya dan membawakan harta tersebut kemudian memuntahkannya pada liu hai.
Harta itu digunakan untuk membantu Liu Hai untuk membantu orang miskin dan menyebarkan kekayaan untuk menguntungkan orang-orang. 

    Dewa Harta Timur Laut (東北路), Dewa Emas - Shen Wan Shan



  •     Dewa Emas - Shen Wan Shan (金 - 沈万山)
Shen Wan Shan ((沈 万 山) adalah orang yang mulia selama Dinasti Yuan dan pada awal Dinasti Ming. Menurut legenda, ia adalah seorang nelayan di kedua sisi Qin dan Sungai Huai, suatu hari dia bertemu dengan seorang yang mebawa sekantong katak yang akan di rebus dan dimasak, Shen Wan Shan membelinya dan melepaskan nya di kolam samping rumahnya, pada malam harinya Shen Wan Shan terbangun mendengar suara katak-katak tersebut berbunyi sangat nyaring, dan mendapati katak-katak tersebut melingkar menghadap sebuah panci, kemudian Shen wan Shan membawa panci tersebut ke rumah, kejadian aneh ketika terjatuh sebuah koin emas maka dengan cepat panci tersebut terisi koin emas sampai penuh, begitu pula apabila di jatuhkan koin perak, hal ini di gunakan Shen Wan Shan membantu umat manusia.

    Dewa Harta Barat Laut (西北路), Dewa Harta Sipil – Dao Zhu Gong

  •     Dewa Harta Sipil – Dao Zhu Gong (文 - 陶朱公)
Fan Li (范蠡) adalah seorang penasihat Cina kuno di negara bagian Yue di Periode Musim Semi dan Gugur. Dia telah ke negara Wu sebagai sandera bersama Goujian dari Yue. Tiga tahun kemudian mereka kembali dan dia membantu Goujian untuk melakukan reformasi. Akhirnya Yue mampu mengalahkan negara Wu. Setelah kemenangan ia mengundurkan diri dan berganti nama dirinya Tao Zhu Gong (Cina: 陶朱公; pinyin: tao Zhugong; harfiah "Tuhan Tao Zhu"). Ia menjadi pengusaha sukses di tahun-tahun berikutnya dan terkenal sebagai orang kaya.
 dan memiliki toko obat terkenal, beliau juga membukukan sejumlah prinsip yang sampai sekarang dipegang oleh orang China, yaitu Dua belas aturan emas dan Dua belas emas perlindungan.


Dua Belas Aturan Emas adalah sebagai berikut:
Prinsip bisnis ke 1: Kemampuan mengenali orang: mengetahui karakter orang akan menjamin kestabilan keuangan anda. (neng shi ren: zhi ren shan e, zhang mu fu).
Prinsip bisnis ke 2: Kemampuan menangani orang, memperlakukan orang dengan rasa hormat akan membuat anda diterima dikalangan luas dan membuat bisnis berkembang. (neng jie na: li wen xiang dai, jiao guan zhe zhong).
Prinsip bisnis ke 3: Kemampuan berfokus pada bisnis: mengabaikan yang lama untuk mendapatkan yang baru merupakan kutukan dalam bisnis.
Prinsip bisnis ke 4: Kemampuan mengorganisasikan: bila produk ditampilkan dengan baik, ia akan menarik perhatian banyak orang. (neng zheng dun: huo wu zheng qi, duo ren xin mu).
Prinsip bisnis ke 5: Kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel: keengganan dan keraguan akan menghasilkan kesia-siaan. (neng min jie: you yi bu jue, zhong gui wu cheng).
Prinsip bisnis ke 6: Kemampuan menagih pembayaran: rajin dan rewel akan memberikan keuntungan bagi perusahaan (neng tao zhang: qin jin bu dai, qu tao zi duo).
Prinsip bisnis ke 7: Kemampuan memperkerjakan dan menempatkan sumber daya manusia: memilih orang yang tepat untuk pembayaran yang tepat akan menjamin bahwa orang tersebut dapat dipercaya dan diandalkan. (neng yong ren: yin cai qi shi, ren shi you lai).
Prinsip bisnis ke 8: Kemampuan berbicara: kepandaian berbicara bisa mendatangkan keberuntungan dan memberikan pencerahan kepada orang lain. (neng bian lun: zuo cai you dao, chan fa yu meng).
Prinsip bisnis ke 9: Kemampuan unggul dalam pembelian: dalam pembelian, menawar sampai setiap ons-nya tidak akan mengurangi modal anda. (neng ban huo: zhi huo bu ke, shi ben bian jing).
Prinsip bisnis ke 10: Kemampuan mendiagnosa dan menyambar peluang serta melawan ancaman: Praktik bisnis yang bijaksana membutuhkan kemampuan untuk menjual dan menyimpan pada waktu yang tepat. (neng zhi ji: shou zhu zui zhi, ke cheng ming zhe).
Prinsip bisnis ke 11: Kemampuan memulai dan menjadi contoh: persahabatan dan kepercayaan akan muncul secara alami jika disiplin dan standar yang tinggi ditegakkan. (neng chang lu: gong xing yi lu: qin gan zhi sheng).
Prinsip bisnis ke 12: Kemampuan melihat jauh ke depan: kapan harus mencari lebih banyak, mengencangkan dan mengendurkan, tergantung pada situasi. (neng yuan shu: duo gua kuan jin, zhuo zhong er xing).
Dua Belas Emas Perlindungan adalah:

  1. Jangan pelit. Jangan bingung efisiensi dengan tidak manusiawi.
  2. Jangan plin-plan. Percaya dirilah dalam mengejar peluang. Waktu adalah emas (esensi).
  3. Jangan pamer. Tidak menyebar uang untuk membuat kesan. 
  4. Jangan tidak jujur. Kebenaran adalah dasar untuk bisnis. Tanpa itu seseorang akan terluka.
  5. Jangan lamban dalam penagihan utang. Tanpa koleksi, likuiditas dipengaruhi. 
  6. Jangan memootong harga secara sewenang-wenang (seenaknya). Ini hanya akan memicu perang harga di mana setiap orang akan kehilangan. 
  7. Jangan terjebak pada naluri orang kebanyakan (ikut-ikutan). Pastikan peluang adalah bagian nyata dan bukan suatu hal yang menggila secara tidak terencana (bubble). 
  8. Jangan bekerja melawan siklus bisnis. Ketika terjadi penurunan harga, mereka akan meningkat lagi dan  juga sebaliknya. 
  9. Jangan tidak bersemangat dan lengah. Selalu mengikuti berbagai hal dan membuat kemajuan. Pelajari dan periksa hal-hal baru secara objektif.
  10. Jangan berlebihan mengambil kredit. Kredit bukanlah alat kita untuk menghabiskan uang secara tidak terkontrol.
  11. Jangan menyimpan terlalu sedikit (jaga cadangan dana yang kuat). Ketika usaha / bisnis melambat, yang memiliki uang dapat memperluas usaha sementara yang lain bangkrut (menutup usaha).
  12. Jangan membabi buta mendukung suatu produk. Pastikan vensor / supplier Anda tetap mengikuti prosedur operasi standar yang ada.
4. Cai Shen dalam Buddhisme



    Budai Maitreya (milek fo), rupangnya sangat terkenal dan mudah dikenali. Ia selalu digambarkan tertawa, mengenakan jubah biksu yang tidak dapat menutupi perutnya yang buncit, terkadang dikelilingi anak-anak, atau membawa kepingan uang, atau sebuah kantong yang dapat mengeluarkan segala benda yang ia inginkan. Ia merupakan salah satu biksu Buddhis di China yang dipercaya merupakan reinkarnasi dari Bodhisatwa Maitreya.
    Ji Gong (Chi Kung) adalah seorang arhat dalam agama Buddha. Sebagian masyarakat awam memujanya sebagai dewa yang memberikan nomor lotre.[9]
    Shan Cai Tong Zi adalah salah satu pengiring Kuan Im yang seringkali digambarkan sebagai seorang bocah pria. Dikisahkan bahwa banyak harta pusaka yang muncul di kediaman orangtuanya pada saat ia dilahirkan. Namanya dalam bahasa Sanskerta (Sudhana) dan mandarin (San Chai) memiliki arti menghargai harta. Itulah sebabnya, masyarakat memujanya sebagai dewa harta.[10][11]
    Jambhala adalah sekelompok Dharmapala yang dipuja penganut Buddhisme Tibet. Terdapat lima Jambhala, yaitu Jambhala Kuning, Merah, Biru, Hijau, dan Putih. Jambhala yang paling terkenal di China adalah Jambhala Kuning atau Huang Cai Shen. Karena Ganesa dianggap sebagai Jambhala Merah, ia juga dipuja sebagai Dewa Rezeki.











Cai Shen yang lain
    Tu Di Gong/ Fu De Zheng Shen atau dewa bumi adalah Cai Shen yang paling dikenal oleh semua orang. Semasa hidupnya, ia merupakan pemimpin yang adil, menciptakan lumbung padi, dan mengatur irigasi. Beliau sering membantu umat manusia, baik semasa menjadi pejabat maupun setelah meninggal, Oleh sebab itu, masyarakat mempercayainya sebagai pelindung tempat usaha maupun hasil bumi bagi para pengusaha dan petani. Itulah sebabnya Tu Di Gong juga dipuja sebagai dewa rezeki.
***** 

Analitic

Suasana angin Topan di surabaya november 2017

Suhu Malaysia yang gagal Panggil Shen

Upacara Buddha Tantrayana Kalacakra indonesia

Four Faces Buddha in Thailand 1 (Copy Paste Link ini) https://www.youtube.com/watch?v=jnI1C-C765I

SemienFo At Thailand 2 (Copy Paste Link ini) https://www.youtube.com/watch?v=GOzLybAhJ2s

Informasi

 
;