Chai Shen Ye ( dewa-dewa rejeki )
sumber : http://tradisitridharma.blogspot.com
Chai
Shen Ye adalah perwujudan dari dewa-dewa rejeki (dewa harta) ada yang
dari kalangan sipil adapula yang dari kalangan militer, bahkan ada yang
dari kalangan budhis, dewa-dewa ini sangat banyak sering kali para umat
salah mengartikan Chai Shen, sosok rupang Chai Shen memang di buat
sedemikian rupa tetapi itu hanya sebagai perwujudan,
Yang termasuk dewa rejeki antar lain Han Tan Kong
(Zhao Gong Ming), Kwan Kong, Fu Tek Chen Zhen, Bigan, dan masih banyak
lainnya. jadi jangan dikira sosok Chai Shen adalah 1dewa saja, tetapi
sebagai lambang perwujudan dari beberapa shen, pembagian pada umumnya
- Wu lu Chai Shen,
- Wen Wu Cai Shen.
- Dewa Harta empat penjuru tambahan,
- Dewa Harta dalam Budhis,
- Cai Shen yang lain
- Wu Lu Chai Shen
Han Tan Kong memiliki 4 pengawal yang memiliki tugas sama
yaitu membantu membagi harta kekayaan kepada umat
- Zhao Bao Tian Zun Xiao Sheng (Hanzi=招寳天尊蕭升; lit. Malaikat Pemanggil Mustika)
-
Xiao Sheng
(Hanzi= 蕭升) adalah Dewa Harta Timur.
- Na Zhen Tian Zun Zen Bao(Hanzi= 納珍天尊震寳; lit. Malaikat Pemungut Benda Berharga)
Cao Bao (Hanzi=
震寳) adalah Dewa Harta Barat.
- Hao Chai Shi Zhe Chen Jiu Gong (Hanzi=招財使者陳九公; lit. Duta Pemanggil Kekayaan)
Chen Jiu Gong
(Hanzi= 陳九公) adalah Dewa Harta Selatan.
- Li Shi Xian Guan Yao Shao Si (Hanzi= 利市仙官姚少司; lit. Pejabat Dewa Keuntungan)
Yao Shao Si
(Hanzi= 姚少司) adalah Dewa Harta Utara.
2. Wen Wu Cai Shen (Hanzi=
文武財神; Hokkien=Bun Bu Cai Sin) adalah
Dewa Harta Sipil dan
Militer. yang Cai Shen yang tergolong dalam kelompok ini adalah
Xuan Tan Yuan
Shuai Zhao Gong Ming ,
Guan Gong (Hanzi=
關公;
Kwan Kong)
[3],
dan
Bigan.
Zhao Gong Ming (Han Tan Kong)
Zhao Gong Ming (Hanzi=
赵公明;
Hokkien=Tio
Kong Beng) adalah salah satu Cai Shen yang ikonnya selalu tampil setiap perayaan
Tahun
Baru Imlek. Ia juga disebut "Dewa Kabar Baik" karena dapat
memberikan kebahagiaan pada orang-orang. Zhao Gong Ming selalu membantu semua
manusia berbudi luhur dan rajin yang sedang mengalami kesulitan sehingga
menjadi berbahagia. Itulah sebabnya dirinya disebut Dewa Rejeki.
[5]
Sebagai Dewa Harta Militer, Zhao Gong Ming sering ditampilkan sebagai
seorang panglima perang berwajah bengis dengan pakaian perang lengkap, satu
tangan menggenggam ruyung dan tangan yang lain membawa sebongkah emas, dan
mengendarai seekor harimau hitam. Penggambaran ini berdasarkan buku
Feng
Shen Bang (Hanzi=
封神榜;
lit. Daftar Penganugerahan Dewa-Dewa).
[3]
Ia merupakan pemimpin
Wu Lu Cai Shen atau
Dewa Harta Lima Jalan
dan menjadi
Dewa Harta Tengah dalam
Dewa Harta Lima Penjuru.
Perayaan hari raya untuknya adalah setiap tanggal 15 bulan 3 penanggalan Imlek.
Guan Gong
Guan Gong dahulu pernah menjadi gubernur wilayah
Yong
An. Ia memimpin dengan adil dan bijaksana sehingga kota tersebut menjadi
berkembang pesat dan makmur, semua rakyatnya tidak pernah berkekurangan. beliau
juga dikenal sangat teliti dalam penghitungan keuangan kota, Ia dikenal murah
hati; hadiah-hadiah seperti sutra dan emas yang ia terima tidak pernah ia
gunakan, melainkan ia berikan untuk kesejahteraan rakyatnya.
[5]
Guan Yu dikenal dalam kisahnya menjaga kakak iparnya (istri Liu Bei) selama
dalam perjalanan berdua, sehingga masyarakat China menghormati serta
memuja kesetiaannya.
Para pedagang di China
zaman dahulu memuja Guan Gong untuk melindungi mereka dari penyamun dan
malapetaka lain selama dalam perjalanan bisnis. Akhirnya, ia dipuja bukan hanya
sebagai dewa pelindung para pedagang dalam perjalanan, tetapi juga sebagai Cai
Shen.
[5]
Karena watak Guan Gong yang lurus dan jujur, ia tidak akan memberkati bisnis
atau pedagang yang curang. Sebagai Cai Shen dan pelindung, rupang yang
digunakan pada altar adalah yang dalam posisi siaga memegang senjata guan dao.
Bigan

Bigan (Hanzi=
比干)
merupakan tokoh historis yang hidup pada masa akhir Dinasti
Shang. Ia adalah putra
Wen Ding (
文丁), keturunan Zi (
子), dan
merupakan keluarga kerajaan, yaitu paman dari raja terakhir Dinasti
Shang yang bernama Zhou Xin (
紂王). Selain dipuja oleh masyarakat
China secara umum, ia terutama dipuja oleh keluarga Lin
(
林)
di seluruh dunia.
[4]
Ia merupakan satu-satunya penasihat raja Zhou dari Dinasti
Shang yang masih setia menemani serta menasihati keponakannya yang korup,
sementara dua pamannya yang lain memilih untuk mengundurkan diri. Raja Zhou merasa
terganggu hingga akhirnya Daji (
妲己), selir kesayangannya, berkata bahwa dirinya ingin
membuktikan kebenaran pepatah kuno China bahwa "jantung seorang pria yang
baik memiliki tujuh lubang" (
七巧玲瓏心). Bigan kemudian dieksekusi
dengan jalan jantungnya dikeluarkan (
比干剖心).
[4]
Karena Bigan tidak mementingkan diri sendiri serta adil dan jujur, ia tidak
memiliki jantung untuk dirinya sendiri. Masyarakat memujanya sebagai
Dewa
Harta Sipil.
[4]
Legenda mengatakan bahwa para pebisnis yang diberkahi Bigan hanyalah yang
melakukan bisnis jujur. Ia digambarkan berpakaian pejabat sipil China kuno lengkap dengan
topi khas dan jubah bermotif, membawa batangan emas atau perak di kakinya serta
tongkat
ruyi (tongkat berbentuk seperti huruf "S" yang biasanya
terbuat dari giok)
[6]
yang dapat mengubah batu dan besi menjadi emas.
3. Dewa harta empat penjuru tambahan
Dewa Harta
Tenggara (東南路财神), Dewa Judi – Han
Xin Ye
- Dewa Judi – Han
Xin Ye (大赌神 - 韩信爷)
- Han
Xin adalah seorang jenderal perang yang melayani Liu Bang (kekaisaran
Han) dimana beliau sangat cerdas dan pintar, selama menjabat jendral
senantiasa dia menemukan cara untuk membangkitkan semangat para
prajuritnya, salah satu tak tik yang dia jalankan adalah dengan berjudi,
seluruh pasukan baik pemimpin maupun prajurit biasa dia ajak berjudi
dengan tak tik ini dia banyak memenangkan pertempuran, dengan keberanian
dan kepintarannya Liu Bang menjadi takut dengan Han xin, sehingga suatu
hari Liu Bang mendengar bahwa Han Xin akan memberontak dan di
tangkaplah beliau dan di hukum pengal, sebelum di hukum pengal, han xin
mengutarakan 3 niatnya, dimana Han xin juga menemukan permainan dadu 4
dalam mangkuk pada saat itu, orang-orang senantiasa menyebut Han Xin
sebagai God of Gambler
Dewa Harta Barat
Daya (西南路财神), Dewa Keberuntungan
- Liu Hai
- Dewa Keberuntungan
- Liu Hai (偏财神 - 刘海).
Ia seringkali ditampilkan mengendarai seekor katak emas berkaki tiga.
Liu Hai (刘海) adalah seorang Perdana Menteri yang melayani Raja Yan, Liu Shou Guang (劉守光), selama Lima Dinasti di Cina. Begitu beliau mengenal tao segera dia meninggalkan posisinya dan banyak belajar membantu manusia. Liu Hai melakukan banyak perbuatan baik untuk membantu umat manusia yang termasuk mengalahkan setan jahat.
Suatu saat beliau mendengar ada
roh jahat dengan penampakan katak emas yang sering meneror umat
manusia, segera Liu Hai bertempur dengan katak emas tersebut, setelah
beberapa lamanya akhirnya liu hai berhasil memotong salah satu kaki
belakang katak emas tersebut, katak emas tersebut akhirnya mengaku kalah
dan bersedia menjadi pengawal sekaligus tungangan Liu Hai, katak emas
tersebut memiliki kebiasaan ditempat yang gelap dan dingin sering kali
dia menemukan harta emas maupun perak dan memakannya dan membawakan
harta tersebut kemudian memuntahkannya pada liu hai.
Harta itu digunakan untuk membantu Liu Hai untuk membantu orang miskin dan menyebarkan kekayaan untuk menguntungkan orang-orang.
Dewa Harta Timur
Laut (東北路财神), Dewa Emas - Shen
Wan Shan
- Dewa Emas - Shen
Wan Shan (金财神 - 沈万山)
Shen Wan Shan ((沈 万 山) adalah orang yang mulia selama Dinasti Yuan dan pada awal Dinasti Ming. Menurut legenda, ia adalah seorang nelayan di kedua sisi Qin dan Sungai Huai,
suatu hari dia bertemu dengan seorang yang mebawa sekantong katak yang
akan di rebus dan dimasak, Shen Wan Shan membelinya dan melepaskan nya
di kolam samping rumahnya, pada malam harinya Shen Wan Shan terbangun
mendengar suara katak-katak tersebut berbunyi sangat nyaring, dan
mendapati katak-katak tersebut melingkar menghadap sebuah panci,
kemudian Shen wan Shan membawa panci tersebut ke rumah, kejadian aneh
ketika terjatuh sebuah koin emas maka dengan cepat panci tersebut terisi
koin emas sampai penuh, begitu pula apabila di jatuhkan koin perak, hal
ini di gunakan Shen Wan Shan membantu umat manusia.
Dewa Harta Barat
Laut (西北路财神), Dewa Harta Sipil –
Dao Zhu Gong
- Dewa Harta Sipil –
Dao Zhu Gong (文财神 - 陶朱公)
Fan Li (范蠡) adalah seorang penasihat Cina kuno di negara bagian Yue di Periode Musim Semi dan Gugur. Dia telah ke negara Wu sebagai sandera bersama Goujian dari Yue. Tiga tahun kemudian mereka kembali dan dia membantu Goujian untuk melakukan reformasi. Akhirnya Yue mampu mengalahkan negara Wu. Setelah kemenangan ia mengundurkan diri dan berganti nama dirinya Tao Zhu Gong (Cina: 陶朱公; pinyin: tao Zhugong; harfiah "Tuhan Tao Zhu"). Ia menjadi pengusaha sukses di tahun-tahun berikutnya dan terkenal sebagai orang kaya.
dan
memiliki toko obat terkenal, beliau juga membukukan sejumlah prinsip
yang sampai sekarang dipegang oleh orang China, yaitu Dua belas aturan
emas dan Dua belas emas perlindungan.
Dua Belas Aturan Emas adalah sebagai berikut:
Prinsip bisnis ke 1:
Kemampuan mengenali orang: mengetahui karakter orang akan menjamin
kestabilan keuangan anda. (neng shi ren: zhi ren shan e, zhang mu fu).
Prinsip bisnis ke 2:
Kemampuan menangani orang, memperlakukan orang dengan rasa hormat akan
membuat anda diterima dikalangan luas dan membuat bisnis berkembang.
(neng jie na: li wen xiang dai, jiao guan zhe zhong).
Prinsip bisnis ke 3: Kemampuan berfokus pada bisnis: mengabaikan yang lama untuk mendapatkan yang baru merupakan kutukan dalam bisnis.
Prinsip bisnis ke 4:
Kemampuan mengorganisasikan: bila produk ditampilkan dengan baik, ia
akan menarik perhatian banyak orang. (neng zheng dun: huo wu zheng qi,
duo ren xin mu).
Prinsip bisnis ke 5:
Kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel: keengganan dan keraguan akan
menghasilkan kesia-siaan. (neng min jie: you yi bu jue, zhong gui wu
cheng).
Prinsip bisnis ke 6:
Kemampuan menagih pembayaran: rajin dan rewel akan memberikan keuntungan
bagi perusahaan (neng tao zhang: qin jin bu dai, qu tao zi duo).
Prinsip bisnis ke 7:
Kemampuan memperkerjakan dan menempatkan sumber daya manusia: memilih
orang yang tepat untuk pembayaran yang tepat akan menjamin bahwa orang
tersebut dapat dipercaya dan diandalkan. (neng yong ren: yin cai qi shi,
ren shi you lai).
Prinsip bisnis ke 8:
Kemampuan berbicara: kepandaian berbicara bisa mendatangkan
keberuntungan dan memberikan pencerahan kepada orang lain. (neng bian
lun: zuo cai you dao, chan fa yu meng).
Prinsip bisnis ke 9:
Kemampuan unggul dalam pembelian: dalam pembelian, menawar sampai setiap
ons-nya tidak akan mengurangi modal anda. (neng ban huo: zhi huo bu ke,
shi ben bian jing).
Prinsip bisnis ke 10:
Kemampuan mendiagnosa dan menyambar peluang serta melawan ancaman:
Praktik bisnis yang bijaksana membutuhkan kemampuan untuk menjual dan
menyimpan pada waktu yang tepat. (neng zhi ji: shou zhu zui zhi, ke
cheng ming zhe).
Prinsip bisnis ke 11:
Kemampuan memulai dan menjadi contoh: persahabatan dan kepercayaan akan
muncul secara alami jika disiplin dan standar yang tinggi ditegakkan.
(neng chang lu: gong xing yi lu: qin gan zhi sheng).
Prinsip bisnis ke 12:
Kemampuan melihat jauh ke depan: kapan harus mencari lebih banyak,
mengencangkan dan mengendurkan, tergantung pada situasi. (neng yuan shu:
duo gua kuan jin, zhuo zhong er xing).
Dua Belas Emas Perlindungan adalah:
- Jangan pelit. Jangan bingung efisiensi dengan tidak manusiawi.
- Jangan plin-plan. Percaya dirilah dalam mengejar peluang. Waktu adalah emas (esensi).
- Jangan pamer. Tidak menyebar uang untuk membuat kesan.
- Jangan tidak jujur. Kebenaran adalah dasar untuk bisnis. Tanpa itu seseorang akan terluka.
- Jangan lamban dalam penagihan utang. Tanpa koleksi, likuiditas dipengaruhi.
- Jangan memootong harga secara sewenang-wenang (seenaknya). Ini hanya
akan memicu perang harga di mana setiap orang akan kehilangan.
- Jangan terjebak pada naluri orang kebanyakan (ikut-ikutan). Pastikan
peluang adalah bagian nyata dan bukan suatu hal yang menggila secara
tidak terencana (bubble).
- Jangan bekerja melawan siklus bisnis. Ketika terjadi penurunan harga, mereka akan meningkat lagi dan juga sebaliknya.
- Jangan tidak bersemangat dan lengah. Selalu mengikuti berbagai hal
dan membuat kemajuan. Pelajari dan periksa hal-hal baru secara objektif.
- Jangan berlebihan mengambil kredit. Kredit bukanlah alat kita untuk menghabiskan uang secara tidak terkontrol.
- Jangan menyimpan terlalu sedikit (jaga cadangan dana yang kuat).
Ketika usaha / bisnis melambat, yang memiliki uang dapat memperluas
usaha sementara yang lain bangkrut (menutup usaha).
- Jangan membabi buta mendukung suatu produk. Pastikan vensor / supplier Anda tetap mengikuti prosedur operasi standar yang ada.
4. Cai Shen dalam Buddhisme
Budai Maitreya (milek fo), rupangnya
sangat terkenal dan mudah dikenali. Ia selalu digambarkan tertawa, mengenakan
jubah biksu yang tidak dapat menutupi perutnya yang buncit, terkadang
dikelilingi anak-anak, atau membawa kepingan uang, atau sebuah kantong yang
dapat mengeluarkan segala benda yang ia inginkan. Ia merupakan salah satu biksu
Buddhis di China yang dipercaya merupakan reinkarnasi dari Bodhisatwa Maitreya.
Ji Gong (Chi Kung) adalah
seorang arhat dalam agama Buddha. Sebagian masyarakat awam memujanya sebagai
dewa yang memberikan nomor lotre.[9]
Shan Cai Tong Zi
adalah salah satu pengiring Kuan Im yang seringkali digambarkan sebagai seorang
bocah pria. Dikisahkan bahwa banyak harta pusaka yang muncul di kediaman orangtuanya
pada saat ia dilahirkan. Namanya dalam bahasa Sanskerta (Sudhana) dan mandarin
(San Chai) memiliki arti menghargai harta. Itulah sebabnya, masyarakat
memujanya sebagai dewa harta.[10][11]
Jambhala adalah
sekelompok Dharmapala yang dipuja penganut Buddhisme Tibet. Terdapat lima
Jambhala, yaitu Jambhala Kuning, Merah, Biru, Hijau, dan Putih. Jambhala yang
paling terkenal di China adalah Jambhala Kuning atau Huang Cai Shen. Karena
Ganesa dianggap sebagai Jambhala Merah, ia juga dipuja sebagai Dewa Rezeki.
Cai Shen yang lain
Tu Di Gong/ Fu De
Zheng Shen atau dewa bumi adalah Cai Shen yang paling dikenal
oleh semua
orang. Semasa hidupnya, ia merupakan pemimpin yang adil, menciptakan
lumbung
padi, dan mengatur irigasi. Beliau sering membantu umat manusia, baik
semasa menjadi pejabat maupun setelah meninggal, Oleh sebab itu,
masyarakat mempercayainya sebagai
pelindung tempat usaha maupun hasil bumi bagi para pengusaha dan petani.
Itulah
sebabnya Tu Di Gong juga dipuja sebagai dewa rezeki.
*****
- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact