Rabu, 27 Januari 2016

RITUAL PENGHORMATAN BINTANG UTARA

RITUAL PENGHORMATAN BINTANG UTARA
LI DOU KE YI
礼斗科仪


1.Apa yang dimaksud ritual Lidou ?

Ritual Lidou merupakan ritual agama Tao yang umum dan merupakan ritual
utama untuk memohonkan berkah dan menolak bencana atau yang kita kenal
dengan sebutan ciswak atau po un.
Di Indonesia amat jarang ada ritual seperti ini, tapi Mahayana
Tiongkok di Asia Tenggara sering mengadakan ritual seperti ini, dengan
ciri khas agama Taoisme yang diserap oleh agama Buddha Mahayana Tiongkok.
Hal ini merupakan hal yang lumrah saja dan tidak perlu diperdebatkan.
Yang terpenting adalah tujuan dari ritual itu adalah membantu mereka
yang menderita atau tertimpa malapetaka agar bisa selamat.
Tujuan lain dan yang menjadi doa utama pada saat memanjatkan
permohonan berkah adalah mendoakan agar negara sejahtera dan
kemakmuran berlimpah serta terbebas dari bencana.


2.Kenapa harus melakukan penghormatan kepada rasi bintang utara ?

Agama Tao percaya bahwa manusia hanya bagian dari alam semesta, dan
alam semesta ini memiliki keterkaitan satu dengan yang lain dan tidak
dapat dipisahkan.
Agama Tao mempercayai bahwa setiap benda yang ada di alam semesta
memiliki fungsi yang sesuai dengan kaidah TAO.
Dan dipercaya bahwa Beidou menguasai nasib manusia.
Alam semesta ini begitu luas, secara sederhana kita bisa berpikir
bahwa kita yang hidup di bumi saja sebenarnya memiliki keterkaitan
dengan bulan.
Upacara ini bisa dikatakan adalah mengembalikan keseimbangan alam atau
sering disebut ciswak.




3. Siapakah Doumu Yuanjun 斗姆元君 ?

Doumu Yuanjun adalah dewi penguasa atau bunda bintang utara, dimana
Beliau juga merupakan bunda atau pemimpin dari 60 Taisui. Jika kita
melihat aula Doumu atau 斗姆殿, maka terlihat jelas Beliau dikelilingi
oleh 60 Taisui.
Beliau pemimpin 12 ranting bumi dizhi 地支 yang dikontrol oleh 7 bintang.



Aula Doumu dan 60 Taisui di Fengying Xiangong Hongkong.
Yang ada ditengah itu adalah Doumu Yuanjun


4.Apakah ada kitab-kitab yang mendukung bahwa agama Tao mengenal atau
membahas upacara Lidou ?

Banyak sekali, misalnya kitab TaiShang Beidou Zhenjing 太上北斗真经,
JiuTian YingYuan LeiSheng PuHua TianZun shuo Yushu Baojing 九天应元雷
声普化天尊说玉枢宝经, Yunji Qijian 云笈七签.



5.Kitab apa yang digunakan untuk upacara Lidou ?

Kita menggunakan kitab Taishang Beidou zhen jing, atau lengkapnya
adalah Taishang XuanLing Beidou Benming YanSheng zhen jing 太上玄灵北
斗本命延生真经。


6.Apa isi kitab itu ?

Isinya menceritakan bahwa pada tahun pemerintahan pertama YongShou 永
寿 ( 155 masehi ), kondisi dinasti Han sudah berantakan, moralitas
merosot, kejahatan merajalela, rakyat menderita, pejabat korup,
sehingga menimbulkan bencana dimana-mana.
Taishang Laojun melihat manusia menderita sehingga Ia menurunkan cara
agar bisa luput dari marabahaya kepada Zhang DaoLing Tianshi. Cara ini
diturunkan sebelum Zhang Tianshi yuhua 羽化 atau meninggalkan raga
menjadi Xian 仙.
Ditulis dalam kitab itu bahwa manusia harus memberikan penghormatan
kepada salah satu 7 bintang berdasarkan ranting bumi ( di zhi 地支 )
tahun kelahirannya.
Bintang TanLang untuk tahun zi atau shio tikus
Bintang Jumen untuk tahun chou, hai atau shio kerbau, shio babi
Bintang Luchun untuk tahun Yin, shu atau shio macan dan anjing
Bintang Wen Qi untuk tahun mao you atau shio kelinci dan ayam
Bintang Lianzhen untuk tahun zhen dan shen atau shio naga dan shio monyet
Bintang Wuqi untuk tahun shi dan wei atau shio ular dan shio kambing
Bintang Pojun untuk tahun wu atau shio kuda.
Dengan melakukan ritual Lidou, kita sudah berusaha untuk mendapatkan
perlindungan dari bintang kelahiran kita, sehingga bencana dapat
dihindari dan bisa memperoleh rejeki melimpah.
Dan para pelaku ritual Li Dou sudah melaksanakan kebajikan yaitu
dengan mendoakan orang yang dalam kesulitan.


7.Apa ada syarat tertentu untuk ritual Li Dou ?

Bagi mereka yang mengikuti ritual Li Dou dan membaca kitab BeiDou
Jing, artinya mereka sudah melakukan ritual tolak bala untuk orang
lain dan dirinya sendiri. Suatu bentuk karma atau amal yang baik dan
besar jika kita mendoakan orang lain yang dalam kesulitan.
Jadi disini tidak ada syarat apapun, hanya saja mereka harus
bersungguh-sungguh melakukan upacara Li Dou.
Jikapun mau dipaksakan sebagai syarat, kesungguhan hati, keyakinan dan
keinginan mendoakan negara, keluarga dan orang lain itu bisa disebut
sebagai syarat terutama.
Upacara Lidou juga bertujuan agar para pelaku ritual itu mengembangkan
cinta kasih dan memperhatikan orang lain.


8.Apakah Li Dou itu hanya untuk umat Tao ?

Upacara Li Dou dipimpin oleh seorang DaoShi atau pendeta Tao dan
diikuti oleh umat-umat Tao dan simpatisan yang membacakan Bei Dou
Jing. Tapi untuk orang yang bukan beragama Tao boleh saja menititipkan
nama dan tanggal lahir untuk didoakan.
Upacara ciswak ala agama Tao itu boleh diikuti oleh siapapun, karena
dalam agama Tao tidak ada diskriminasi. Dan tidak ada kewajiban mereka
untuk menjadi umat Tao setelah melaksanakan upacara Lidou. Agama Tao
memegang prinsip menyebarkan kebajikan dan kebaikan untuk umat
manusia, alam semesta tanpa memandang tingkatan social, jenis kelamin,
suku, ras dan agama. Ritual agama Tao juga banyak yang isinya adalah
mendoakan seluruh alam semesta dan isinya. Agama Tao tidak boleh
memaksakan kehendak akan kepercayaannya kepada mereka yang meminta
bantuan atau yang didoakan, karena agama Tao percaya bahwa semua yang
ada di alam ini juga berasal dari Tao, jadi semua adalah sederajat.


9.Seperti apa Li Dou dan makna-maknanya itu ?

Dou adalah gantang beras, suatu alat pengukur beras pada masa lampau.
Jadi modelnya adalah 4 persegi.
Dou diisi beras sebagai perlambang bintang-bintang di alam semesta.
Ditengah persis ditaruh lentera sebagai Ben Ming Deng atau Lentera
Kehidupan. Lentera itu melambangkan bintang yang bersinar paling
terang dan memancarkan cahaya kehidupan.
Kemudian menggunakan prinsip 4 bentuk atau Si Xiang sebagai presentasi
dari 4 arah dan simbol 4 binatang suci.
Kaca adalah melambangkan XuanWu atau Bulus Hitam, Gunting melambangkan
ZhuQue atau Burung Merah, Timbangan melambangkan Naga Hijau dan
penggaris melambangkan Macan Putih.


10.Apakah upacara Li Dou ini dipungut biaya ?

Secara tradisi, upacara Lidou pada jaman dahulu hanya ditaruh angpao
kosong di Dou itu. Jadi para umat hanya cukup mengisi angpao itu saja.
Tapi jaman sekarang, biaya mutlak ada dan ada biaya yang bisa
dihitung. Biaya yang dikenakan juga tidak terlalu besar sehingga bisa
dijangkau oleh mayoritas.

11.Kenapa upacara besar Lidou harus dipimpin oleh Gaogong atau daoshi ?

Upacara Lidou yang bersifat massal dan bertujuan mendoakan negara dan
masyarakat umum itu memerlukan seseorang yang berbudi luhur, memiliki
garis silsilah generasi, diberikan warisan pelajaran yang jelas dan
lengkap.
Karena itu pada saat upacara Qingshen atau pengundangan para Dewata,
gaogong akan mengatakan secara jelas nama, garis perguruan dan ilmunya
atau pengetahuannya diperoleh dari guru siapa, tingkatan atau
jabatannya. Jadi upacara Lidou Keyi yang dilakukan massal itu bukan
suatu upacara sembarangan yang bisa dipimpin oleh siapapun, mereka
yang memimpin upacara itu harus memiliki garis jelas gurunya.
Ketentuan diatas hanya berlaku untuk upacara massal.
Untuk umat awam atau jushi, boleh saja melakukan pembacaan kitab
Beidou Zhenjing setiap hari di rumahnya atau juga bersama-sama setiap
tanggal 1 dan 15 Imlek di Kelenteng.

0 komentar:

Poskan Komentar

Informasi

Video ini biasanya banyak dicari , saya bagikan untuk kawan kawan . Semoga Buddha Dharma semakin berkembang,Jika Tergerak untuk Donasi , Silahkan Di paypal saja.Om Mani Padme Hum.

Upacara Buddha Tantrayana Kalacakra indonesia

Four Faces Buddha in Thailand 1 (Copy Paste Link ini) https://www.youtube.com/watch?v=jnI1C-C765I

SemienFo At Thailand 2 (Copy Paste Link ini) https://www.youtube.com/watch?v=GOzLybAhJ2s

Informasi

 
;