Sabtu, 19 Oktober 2013

Tata cara Samadhi, Meditasi dalam Tantra Budha Cen Fo Chong


Ada 3 Kunci dalam 9 Tingkat Samadhi: Waspada, Tidak Kendur, Tidak Tegang

Sepertinya banyak orang tahu, ada rumor bahwa saya akan kembali ke Taiwan Lei Tsang Temple untuk mengadakan upacara, sehingga mereka tidak menghadiri Sadhana 9 Tingkat Samadhi di Singapura. Sebenarnya, aplikasi Sadhana 9 Tingkat Samadhi, sangat luas. Kita tidak mengulangi lagi Sadhana 9 Tingkat Samadhi, namun, hari ini saya katakan pada Anda semua, di mana letak kunci penting Sadhana 9 Tingkat Samadhi? Baik mengadakan upacara, atau sadhana pribadi, atau puja bakti bersama, setiap kali kita bersadhana, pasti memasuki "samadhi", "memasuki samadhi" adalah suatu dasar paling penting dari semua sadhana. Ketika memasuki "samadhi", Anda mesti menyatu dengan yidam sadhana, Anda sendiri berubah menjadi yidam, yidam berubah menjadi Anda, ini adalah penyatuan. Penyatuan adalah ketrampilan samadhi, tanpa ketrampilan samadhi, Anda hanya melakukan tatacara, kunci yang sejati adalah "memasuki diriku dan diriku memasuki", memasuki "samadhi", menyatu. Dapat menyatu, maka dapat menghasilkan Dharmabala yidam; dapat menyatu, maka dapat tiba di alam suci yidam; dapat menyatu, Anda sendiri memperlihatkan terang yidam. Oleh karena itu, penyatuan itu sangat penting. Penyatuan harus mengandalkan 9 Tingkat Samadhi, walaupun ada 9 Tingkat Samadhi, sebenarnya hanya ada 3 kunci yang sangat penting. Kunci pertama; yaitu temukan kembali hati Anda, fokuskan perhatian Anda, temukan kembali hati Anda.

Kita setiap sadhaka, setiap praktisi, ketika Anda sedang japa mantra, ketika japa Sutra, ketika memasuki "samadhi", ketika bervisualisasi, sering kali masuk pikiran lain, Anda harus menemukan pikiran yang satu ini. Ketika Anda menemukan pikiran yang satu ini, artinya Anda sudah memiliki kewaspadaan. Orang biasa tidak memiliki kewaspadaan, contohnya Anda duduk bermeditasi, banyak pikiran masuk, Anda biarkan saja, menjelajah ke mana-mana; namun, kita sadhaka waspada. Kesembilan tingkat samadhi, kewaspadaan adalah hal yang paling penting. Anda akan menemukan bahwa Anda telah meninggalkan daya fokus, pikiran lain masuk, Anda pergi mengikuti pikiran Anda, benarkah demikian? Saat visualisasi, tidak dapat sepenuhnya visualisasi penuh, seketika pikiran lain masuk; saat japa Sutra juga, saat japa mantra juga, cepat sekali pikiran lain masuk, benarkah demikian? (Bahasa Taiwan) (Ya!) Memang demikian. Tahukah Anda, dengan adanya pikiran ini, ini adalah kewaspadaan Anda, pikiran Anda tidak dapat fokus, justru karena pikiran lain masuk dan membawa Anda pergi. Pikiran tidak hanya satu, pikiran itu banyak, pikiran yang tidak terhitung banyaknya, dalam sehari ada 84000 pikiran terbang melalui pikiran Anda. Oleh karena itu, kita melatih "memasuki diriku dan diriku memasuki" harus menyatu dengan yidam, pikiran Anda tentu ada pada yidam, tidak boleh ada pikiran kedua, atau tidak dapat "memasuki diriku dan diriku memasuki". Setelah kewaspadaan Anda timbul, perlahan-lahan menjadi mantap.

Selanjutnya, kewaspadaan Anda benar-benar terlalu tegang, terus-menerus berpikir, "Saya mau memasuki samadhi, saya mau memasuki samadhi, saya mau memasuki samadhi, saya harus memasuki samadhi, saya tidak boleh tidak memasuki samadhi, saya mau tak mau harus memasuki samadhi." Perhatian terlalu tegang, tidak dapat memasuki samadhi, ini terlalu tegang. Jika Anda terlalu tegang, Anda harus kendur sedikit, dengan perlahan-lahan fokuskan perhatian pada diri yidam, sangat pelan, sangat kendur, sangat santai, apapun jangan dipikirkan, perhatikan diri yidam. Alhasil? Anda ketiduran. Terlalu kendur, Anda pun ketiduran. Terlalu tegang, Anda pun semangat. Saya tanya pada Anda semua satu pertanyaan? Tahukah Anda bagaimana Anda ketiduran? Banyak orang tidak tahu. Sekarang saya juga tidak tahu, bagaimana saya ketiduran. Pokoknya, saya berbaring dan memejamkan kedua mata, "Terlahir di alam suci, bebas dari samsara, Namo Amitabha!" (Mahaguru japa dalam Bahasa Taiwan) Saya pun terus japa, "Terlahir di alam suci, bebas dari samsara, Namo Amitabha! Bersarana pada Amitabha!" Saya terus japa dalam hati, "Terlahir di alam suci, bebas dari samsara, Namo Amitabha!" Entah japa sampai berapa kali, saya pun ketiduran. Kita setiap orang ketiduran dalam kondisi tanpa sadar, tidak ada seorang pun yang dapat tertidur dalam kondisi sadar. Anda terus-menerus sangat sadar, sangat semangat, Anda pun tidak bisa tidur, ini sangat "tegang". Anda kendurkan segalanya, kadang-kadang, kebiasaan saya adalah, saya raba kasur saya, kasur saya digelar di lantai, meraba-raba kasur saya, kasur ini sangat nyaman, diselimuti sangat nyaman, suhu pas-pasan, kedua mata dipejamkan, kendurkan, apapun tidak dipikirkan, tidak ada kerisauan apapun, tanpa sadar Anda pun ketiduran, inilah samadhi. Anda harus ingat, mutlak tidak boleh mengatakan, "Nah, saya mau tidur." Anda pun ketiduran, ketrampilan itu sangat hebat, "Gan Na Di"! (Bahasa Taiwan: seperti babi). Ada sebuah pepatah Orang Taiwan "Ga Na Di", "Ga Na Di" adalah presiden Amerika Serikat (Kennedy), jika Anda mirip sekali dengan presiden Amerika Serikat "Kennedy", dengan kata lain Anda "Ga Na Di" (Bahasa Taiwan: seperti babi). Saya tidak tahu bagaimana babi itu tidur, karena saya bukan babi! Pokoknya, ketika saya tidur, tanpa sadar, saya pun tertidur.

Hari ini katakan pada Anda semua, Anda mau samadhi juga tanpa sadar, Anda pun samadhi. Jika Anda terus berpikir, "Saya mau samadhi, saya mau samadhi, saya mau samadhi", tidak akan samadhi! Jika Anda terus-menerus kendur kendur kendur, Anda pun ketiduran. Oleh karena itu, dalam kondisi yang bagaimana kah Anda memasuki samadhi? Pada saat pas-pasan, tidak kendur dan tidak tegang, namun, masih mempertahankan semacam pikiran yang jernih, secara perlahan-lahan menutup di atasnya, Anda tahu ada sebuah kesadaran Anda, selebihnya, Anda "melupakan diri Anda yang sedang duduk", saat apapun dilupakan, Anda masih memiliki pikiran yang jernih. Oleh karena itu, samadhi itu tidak kendur dan tidak tegang, ada kewaspadaan juga, kewaspadaan Anda harus ditarik kembali, secara perlahan-lahan, inilah kunci yang terpenting, Anda tidak boleh diganggu oleh pikiran lain.

Manusia biasa memiliki pikiran yang bercabang, hanya orang yang benar-benar dapat memasuki samadhi yang terdalam dapat menggenggam hati, barulah tidak ada pikiran yang bercabang.

Mahaguru -- menerangkan secara terperinci Sadhana 9 Tingkat Meditasi:

Tingkat pertama: "kestabilan awal" -- pikiran hanya sedikit stabil, mudah berpencar. Mahaguru mengajarkan kita semua harus visualisasi mata ketiga Kalachakra, tatap satu mata yang di tengah, tenangkan pikiran, jangan biarkan pikiran lain masuk. Saat kestabilan awal, hati itu bergejolak tidak tenang, maka, tangkap kembali, latih berulang-ulang. Belajarlah visualisasi Kalachakra, jika tidak bisa, visualisasilah mata ketiga Kalachakra.

Tingkat kedua: "kestabilan lanjutan" -- sudah berulang-ulang melatih mengamati pikiran, tarik kembali pikiran yang menerawang, dapat mencapai 7 menit, itu sudah dianggap kestabilan lanjutan.

Tingkat ketiga: "kestabilan kembali" -- dapat mengamati pikiran selama 14 menit, kestabilan meningkat, pikiran kadang-kadang melayang, namun, dengan sangat cepat dapat ditemukan kembali.

Tingkat keempat: "kestabilan pendekatan" -- target yang difokuskan tidak hilang, kekuatan introspeksi lengkap.

Tingkat kelima: "kestabilan penaklukan" -- kestabilan tingkat tinggi, namun harus hati-hati jangan sampai terlelap, harus "mawas diri".

Tingkat keenam: "kestabilan hening" – kita akan menghasilkan kekuatan dan diri kita telah berubah menjadi Kalachakra: Kalachakra memasuki diri sadhaka, sadhaka juga memasuki diri Kalachakra, keduanya manunggal tiada beda, sehingga menghasilkan Dharmabala. Namun, jangan terangsang, harus mawas diri, pertahankan kestabilan dan akal sehat.

Tingkat ketujuh: "kestabilan paling hening" -- energi hati semakin kuat, namun, tingkat kestabilan juga semakin tinggi, hati sangat halus, waktu meditasi mencapai lebih dari sejam. Ketika mencapai tingkat ketujuh, kekuatan menggerakkan pikiran, bisa menuju "alam neraka" dan "alam dewa", dapat menuju alam neraka dan alam surga, semuanya karena "energi hati".

Tingkat kedelapan: "kestabilan terfokus" -- artinya, dengan kekuatan sadhaka, hanya kegigihan yang sedikit saja, dari "kestabilan awal" dapat mencapai "kestabilan paling hening" dalam seketika, duduk pun bisa lebih lama, tidak terlelap, juga tidak terangsang, karena ada pikiran yang jernih.

Tingkat kesembilan: "kestabilan tertinggi" -- sedikit pun tidak mengerahkan tenaga, meditasi yang sama sekali tidak mengerahkan tenaga, bergerak bebas leluasa. Bersadhana harus dapat bergerak bebas leluasa, apapun tidak apa-apa, tidak ada masalah, dan tidak melekat. Hati luas tak terhingga, siapapun bisa diterima, hati seperti angkasa. Kemudian, memasuki dhyana pertama--dhyana kedua--dhyana ketiga--dhyana keempat, dari dhyana keempat--dhyana ketiga--dhyana kedua--dhyana pertama. Lewat latihan yang berulang-ulang, kita akan memahami hati dan menyaksikan Buddhata.

Demikianlah, menjadikan mata ketiga Kalachakra sebagai visualisasi, terakhir membuktikan "tidak melekat, tidak apa-apa, dan tidak dapat apa-apa", justru dari sinilah ketiga hal ini muncul. Sadhaka harus melatih hingga manunggal dengan yidam, kemudian, menghasilkan tubuh maya, mencapai keberhasilan sejati dalam melakukan penjelajahan spiritual ke dalam alam semesta. Asalkan telah menguasai kesembilan tingkat ini, kita pun akan berhasil seketika.

Sadhana 9 Tingkat Meditasi Kalachakra dan rumus penting yang merupakan rahasia di dalam rahasia yang begitu luar biasa dan langka ini! Usai pihak panitia melangsungkan ritual hibah, Mahaguru pun melakukan abhiseka luar biasa untuk seluruh hadirin yang terdiri dari: "Sadhana 9 Tingkat Meditasi Kalachakra", "Tujuh Abhiseka Utama Kalachakra", "Sadhana Satya Vajrakila Kalachakra", "Sadhana Perisai Kalachakra", "Sadhana Dhumapuja Zhenfo Zong", dan "Sarana". 

0 komentar:

Poskan Komentar

Informasi

Video ini biasanya banyak dicari , saya bagikan untuk kawan kawan . Semoga Buddha Dharma semakin berkembang,Jika Tergerak untuk Donasi , Silahkan Di paypal saja.Om Mani Padme Hum.

Upacara Buddha Tantrayana Kalacakra indonesia

Four Faces Buddha in Thailand 1 (Copy Paste Link ini) https://www.youtube.com/watch?v=jnI1C-C765I

SemienFo At Thailand 2 (Copy Paste Link ini) https://www.youtube.com/watch?v=GOzLybAhJ2s

Informasi

 
;