Jumat, 06 Maret 2015

Ciswak



Kata ciswak merupakan kata yang umum didengar terutama mereka yang sering ke kelenteng. Tapi banyak yang tidak mengerti mengenai makna dari kata ciswak 祭煞.

 Kata ciswak atau jisha sering juga disebut zhi sha 制煞. Untuk memahami arti ciswak tidak bisa diartikan dari kata-kata itu saja tapi diperlukan pengertian filsafat Tionghoa yang mendalam dan dipahami makna-makna ritualnya. \
1. PENGERTIAN JI SHA dan ZHI SHA JI =menyembayangi SHA =buruk, bencana, malapetaka, jahat Secara umum Sha diartikan adalah hal yang buruk, malapetaka. Zhi = mengontrol Arti lain adalah ritual untuk menolak bencana 祭送凶神 menyembahyangi dan mengantar dewa malapetaka. Pengertian lain adalah adanya ketidak seimbangan antara YIN YANG. Kondisi ketidak seimbangan ini selalu ada dalam alam semesta. Arti dari kata itu adalah menyembahyangi keburukan atau juga bisa diartikan menghentikan atau mencegah keburukan. Agama dan budaya manapun di dunia ini mengenal beragam macam ciswak dengan berbagai sebutan yang berbeda tapi memiliki inti yang sama, yaitu menolak bala, pemberkatan, perlindungan.

2. Ciri khas ciswak berdasarkan budaya Tionghoa dan filsafatnya

 2.1 Sifat langsung : misalnya upacara pernikahan, kematian dan lain-lain. Dalam hal ini ada beberapa yang berkaitan dengan masa dan ruang.
2.2 Berdasarkan konsep ruang dan waktu Karena adanya ke tidakseimbangan YinYang sehingga menyebabkan Qi Buruk timbul. Sifat waktu : periode waktu yang dihitung Sifat Arah : posisi rumah, kuburan, posisi isi rumah berdasarkan masa atau tanggal kelahiran

 Qi buruk bisa timbul pada 2 kaitan yaitu :

 a. Berkaitan dengan Nian Sha 年煞, YueSha月煞, RiSha日煞, ShiSha時煞 atau waktu.
 Artinya adalah tahun, bulan, hari dan jam. \

b.Berkaitan dengan TianSha天煞, DiSha地煞 atau WuFang Sha五方煞 atau bisa dikatakan berkaitan dengan ruang (煞方). Artinya berkaitan dengan arah. Ketika kita membuka TongShu atau buku pintar, ada bagian yang merupakan kalender atau sering disebut NongMin Li農民曆 dan juga disebut sebagai XiaLi夏曆. Didalam kalender itu ada hari-hari yang diperbolehkan untuk bertindak dan tidak boleh bertindak. Juga ada arah yang boleh ditempuh dan tidak boleh ditempuh. Arah bangunan yang baik dan bangunan yang buruk.


3. Dasar yang melandasi prinsip ruang dan waktu Kaitan yang mendasari hal2 diatas adalah konsep San Cai atau 3 keselarasan. San Cai三才 meliputi :

 a.Langit ( 陰陽 Yin Yang ) Tian Cai
 b.Bumi ( 柔剛 Lembut Keras ) Di Cai
 c.Manusia ( 仁義 Kemanusiaan Keadilan ) Ren Cai Berdasarkan dari kitab YIJING 易經. Banyak orang yang mengkaitkan SanCai itu bagaikan terpisah, seolah-olah terpisah. Misalnya dipercayai bahwa TianCai adalah faktor takdir, kehendak Ilahi atau karma. Di Cai adalah faktor lokasi dan RenCai adalah faktor manusia. Sebenarnya SanCai adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, Langit meliputi alam semesta, galaxy, rasi bintang, tata surya. Bumi adalah tempat kita berpijak. Manusia adalah sekelompok yang hidup dalam lingkup Langit dan Bumi. Untuk itu harus selaras dengan Langit dan Bumi.

Secara tidak langsung, San Cai adalah suatu HUKUM ALAM SEMESTA yang berkaitan satu dengan yang lain. Perhitungan San Cai berdasarkan ilmu peramalan :

·         n Tian Cai : TianWen 天文 :Zhan Xing 占星, melihat pergerakan bintang
·         n DiCai : DiLi 地理 : FengShui 風水( Angin Air )KanYu堪輿 ( Yang mempertahankan posisi / keselarasan dengan alam )
·         n RenCai : postur tubuh, karakter, usaha, Jin mian 金面 ( melihat muka ) yuzhang玉掌( melihat tangan ), MoGu 摸骨(meraba tulang )


 Disini ilmu peramalan Tiongkok menjadi 3 bagian besar yaitu :

·         n Xiang :
 Jin mian 金面 ( melihat muka ) yuzhang玉掌( melihat tangan ) jia xiang 家相 ( 堪輿 mu xiang 墓相 ( cat: jaman dahulu dikenal sebagai fengshui ) yin xiang 印相 ( stempel ) 占星 ( astrology ), MoGu 摸骨(meraba tulang )
·         n MING
 ZiPing Tui Suan Shu 子平推算, Ziwei Doushu 紫薇斗, GuiGu TuiShuan Shu 鬼谷推算, ChengGu 称骨
·         Bu
TuDi ShengBei 土地圣杯, KongMingShenGua 孔明神卦, YiJing BuGua 卜卦, TaiYi ShenShu 太乙神数, QiMen DunJia 遁甲.


Orang Tiongkok jaman dahulu tidak pernah mengenal konsep Tuhan ala samawi, tapi lebih mengarah ke konsep ALAM SEMESTA dan sifat-sifatnya, seperti penghormatan Tian Di atau langit dan bumi sebagai representasi dari sifat Yin Yang atau negatif dan positif. Dengan adanya yin dan yang maka semua mahluk bisa lahir. Mereka para filosof jaman dahulu tidak pernah mengkaitkan dengan Tuhan atau kekuatan adikodrati sebagai pencipta yang mutlak. Semua dianggap karena Yin dan Yang baru bisa lahirlah semua mahluk. Konsep Yin Yang ini juga nantinya berkaitan dengan konsep2 ruang dan waktu yang melandasi semua dasar filsafat dan ilmu2 yang berkembang, seperti ilmu beladiri, pengobatan, siasat perang, peramalan dan lain-lain. Jadi tidak salah jika dianggap semua berdasarkan kitab YiJing, walau hanya sekitar 1%-10% saja yang berdasarkan YiJing, dan yang mayoritas diambil adalah konsep Yin Yang nya itu. Yang membedakan antara filsafat barat dan timur, dalam hal ini filsafat Tiongkok adalah sifat negatif dan positif yang tidak saling bertentangan melainkan saling melengkapi. Bandingkan misalnya dengan prinsip pertentangan yang dianut oleh paham Zoroaster.

Dalam filsafat pembentukan alam semesta Tiongkok yang sudah ribuan tahun umurnya, dipercaya bahwa terjadinya alam semesta sebagai berikut :

a. Wu Ji atau alam kekosongan
b. TaiJi atau kondisi dimana Yin dan Yang masih berbaur
 c. Liang Yi, kondisi dimana Yin dan Yang “terpisahkan” atau sering disebut XianShi Jie 示界 ( alam real )
d. San Cai atau 3 anasir alam
e. Si Xiang 四象atau 4 bentuk, bisa dikaitkan dengan 4 musim atau 4 arah.
f. Wu Xing 五行 atau 5 hubungan pergerakan, sering diartikan adalah 5 unsur.

Berdasarkan dari prinsip ini, kita bisa mengetahui bahwa konsep terjadinya alam semesta ini adalah bersifat evolusi, tidak terjadi secara spontan.

Bentuk atau 4 arah nantinya juga melandasi banyak prinsip filsafat terutama dikaitkan dengan arah dan kondisi musim.

Adapun 4 arah itu adalah
·         Utara adalah Xuan Wu 玄武 atau Kura-kura Hitam ( kata Xuan tidak tepat mengacu kepada kura-kura, tapi mengacu kepada binatang seperti bulus ),
·         Selatan adalah Zhuque 朱雀Phoenix merah ( sebenarnya kata que mengacu kepada burung yang berekor pendek dan bercabang 2 ),
·         Timur adalah Qing Long atau naga hijau,
·         Barat adalah BaiHu 白虎atau macan putih. Dalam banyak buku klasik sering disebutkan yang berada
·          ditengah adalah HuangDi atau Kaisar Kuning. Jadi konsepsi 5 warna juga berkaitan dengan 5 arah. Orang Tiongkok juga percaya bahwa alam semesta memiliki hukum atau aturan yang bisa dipredisiksi, ini jika kita mengetahui caranya. Karena itu timbul banyak cara untuk menghitung ritme alam dan disesuaikan dengan kondisi manusia sebagai bagian dari Macro Cosmos.








Kitab YiJing lagi-lagi mendasari pemikiran itu.

Prinsip kitab Yijing mengenai hukum alam adalah :
l Semua yang bersifat tetap memiliki sifat tidak tetap
l Semua sifat yang tidak tetap memiliki sifat yang tetap
l Mengetahui 2 sifat ini, mengetahui seluruh rahasia alam semesta Dari semua itu yang bersifat tetap adalah ketidak tetapan itu sendiri. Atau bisa kita gunakan kata lain yang bersifat tidak berubah adalah perubahan itu sendiri.

4. Perkembangan kemudian dalam filsafat Taoism

Taoism mengenal TianZun 3 masa SANDAI TIANZUN三代天尊 dan

5 kaisar penguasa arah.
Adapun 3 Tianzun adalah :
 元始天尊 YuanShi TianZun, Tian Zun masa lampau
玉皇天尊 YuHuang TianZun, TianZun masa sekarang
金闕玉晨天尊 JinQie YuChen TianZun, TianZun masa yang akan datang

Dan 5 kaisar penguasa arah WUFANG DIJUN五方帝君
Kaisar Timur 青靈帝君 QingLing DiJun
  Kaisar Selatan 靈丹帝君 DanLing DiJun
Kaisar Barat 皓靈帝君 HaoLing DiJun
Kaisar Utara 玄靈帝君 XuanLing DiJun
Kaisar Pusat 神元帝君 Shen Yuan DiJun Tianzun penguasa waktu

dan 5 kaisar penguasa arah digambarkan sebagai berikut :
Tianzun seperti 3 garis spiral yang selalu bergerak di lembaran kertas yang melambangkan arah. Dan kertas itu bisa dilipat untuk melipat arah dan waktu menjadi satu kesatuan.

Dasar-dasar inilah yang nantinya akan menjadi dasar landasan bahwa kesialan seseorang bisa diprediksi dan diatasi. Cara mengatasi itu dengan cara ritual tolak bala

. 5. Jenis-jenis Ji Sha yang unik

a.Penghormatan Bintang Li Dou 禮斗
b.Badan PenggantiTi Shen 替身 ( e.g Caoren草人,Ku An Hei 哭暗黑)
c.Lentera, RanDeng 燃燈 ( e.g QiXing Deng 七星燈 )
d.Berdasarkan Sanshi shu 三世書 e.An TaiSui
f.Memotong TaoHua (斬桃花)




6. Pola-pola ji sha
 6.1Berkaitan dengan 四象 si xiang,
4 pola, 4 musim, 4 arah, 4 binatang suci ( XuanWu 玄武, zhuQue 朱雀, QingLong 青龍, BaiHu 白虎)

6.2. Memiliki perhitungan dengan ranting bumi dan cabang langit
 Mis: JuMen 巨門 untuk Chou ( shio Sapi )dan Hai (shio babi) Juga misalnya 60 TaiShui ( 60 JiaZi ) Tahun 2006 adalah tahun BingXu 丙戌 dan nama TaiShui adalah jendral BaiMin 白敏將軍, tahun 2007 adalah tahun DingHai 丁亥nama TaiShui adalah jendral FengJi 封濟將軍

6.3.Berkaitan dengan 5 hubungan atau pergerakan ( terkadang disebut 5 unsur ) 五行
( bisa juga disebut dengan 5 arah ), dengan menggunakan bendera 5 warna

 6.4. Menggunakan lentera, terkadang disebut 本命燈BenMing Deng atau Lentera Kehidupan. Misalnya menggunakan rasi bintang dan memasang formasi lentera, misalnya dengan formasi 9 Bintang 九星 atau 7 bintang

6.5. Menggunakan badan pengganti atau TiShen, dimana ada beberapa ragam, yang umum menggunakan rumput dan diikat menjadi 36 ruas, ada yang menggunakan kayu manis diukir, ada yang menggunakan ShouJin ( ThiKong Kim ) dan dibentuk menjadi manusia, ada yang menggunakan syair dan ditempel didepan pintu rumah ( Shou Jing / Ku An Hei ), ada yang menggunakan batu dan digambari pola 5 hubungan, menggunakan fu.

6.6. Menggunakan Fu ( talisman ),
 misalnya TaiShui Fu , 5 Gui Fu五鬼符, Tian Gou Fu天狗符, BaiHu Fu白虎符 6.7. Beberapa ritual menggunakan fu, zhou ( mantra ), shou jue手訣 ( mudra ), bu gang 步罡 ( langkah bintang / kaki )


7. Tujuan jisha

 Setelah melihat hal-hal diatas, upacara ritual ciswak atau tolak bala tidak hanya berkaitan dengan rejeki kita saja, tapi lebih kearah mengembalikan keseimbangan alam. Dimana jika kita tidak seimbang, maka bencana akan menimpa kita.

Banyak orang beranggapan ciswak bisa mengembangkan Wu Fu (5 rejeki atau kebahagiaan.) Wu Fu五福 : 祿 ()
 1. Rejeki 2. Kekuasaan 3. Panjang umur 4. Kesenangan atau anak 5. Kekayaan
Tapi bukan wufu ini yang menjadi target upacara ciswak.

Pada masa lampau, yang dimaksud 5 kebahagiaan adalah : 五福 :一曰壽, 二曰富, 三曰康寧, 四曰好德,五曰善終 (尚書 洪範 ) 1.Panjang umur 2.Berkecukupan atau makmur 3.Sehat dan Tenang 4.Berbudi baik 5.Meninggal dengan tenang Orang yang bisa berjalan selaras dengan hukum Alam Semesta bisa meraih 5 kebahagiaan atau 5 rejeki itu Jadi disini tujuan ciswak adalah mengembalikan keseimbangan alam dan menolak hal-hal yang buruk yang menimpa diri kita sehingga kita bisa mencapai 5 rejeki itu dimana salah satu dari 5 rejeki adalah berbudi baik, sehat dan tenang batiniah.

0 komentar:

Poskan Komentar

Informasi

Video ini biasanya banyak dicari , saya bagikan untuk kawan kawan . Semoga Buddha Dharma semakin berkembang,Jika Tergerak untuk Donasi , Silahkan Di paypal saja.Om Mani Padme Hum.

Upacara Buddha Tantrayana Kalacakra indonesia

Four Faces Buddha in Thailand 1 (Copy Paste Link ini) https://www.youtube.com/watch?v=jnI1C-C765I

SemienFo At Thailand 2 (Copy Paste Link ini) https://www.youtube.com/watch?v=GOzLybAhJ2s

Informasi

 
;