Senin, 12 Desember 2011

Mantra Dalam Agama Budha

                                 
Mantra adalah bunyi, suku kata, kata, atau sekumpulan kata-kata yang dianggap mampu "menciptakan perubahan" (mis. perubahan spiritual). Jenis dan kegunaan mantra berbeda-beda tergantung mahzab dan filsafat yang terkait dengan mantra tersebut.

Mantra (Dewanagari: मन्त्र; ,IAST: mantra, मन्त्र) berasal dari tradisi Weda di India, kemudian menjadi bagian penting dalam tradisi Hindu dan praktek sehari-hari dalam agama Buddha, Sikhisme, dan Jainisme. Penggunaan mantra sekarang tersebar melalui berbagai gerakan spiritual yang berdasarkan (atau cabang dari) berbagai praktek dalam tradisi dan agama ketimuran.

Khanna (2003: hal. 21) menyatakan hubungan mantra dan yantra dengan manifestasi mental energi sebagai berikut:


Mantra-mantra, suku kata Sanskerta yang tertulis pada yantra, sejatinya merupakan 'perwujudan pikiran' yang merepresentasikan keilahian atau kekuatan kosmik, yang menggunakan pengaruh mereka dengan getaran suara.

Mantra-mantra Budha :

Mantra "Kala Chakra Vajra"
OM HA KSA MA LA VA RA YA SVAHA
atau
OM HA KSA MA LA VA RA YAM SVAHA

Mantra Hati "Bairhava"
"OM DAM SIRTA TO KATA BAIRAVHA YA SANG SANG SANG RU RU RU HUNG HUNG HUNG PHAT SOHA"
Keterangan Singkat:
Bairhava adalah salah satu pelindung Dharma, banyak dipercaya sebagai salah satu bentuk penjelmaan dari Guru Padmasambhava. Dibaca sebelum memulai puja-bhakti, sebagai pelindung para umat dalam beribadah dari segala halangan.

Mantra "Hanuman"
“Om Sri Hanumate Namah(a)"

Mantra Hati "Mahakala"
"OM SHRI MAHAKALA YAK KHYA BE TA LI HUNG DZA"
Keterangan Singkat:
Mahakala adalah salah satu pelindung Dharma, banyak dipercaya sebagai salah satu bentuk murka dari penjelmaan Avalokiteshvara. Dibaca setiap saat atau sebelum memulai puja-bhakti, sebagai pelindung para umat dalam beribadah dari segala halangan.

Mantra Hati "Vajra Kilaya"
"OM VAJRA KILI KILAYA SARVHA BHEGANEN BAM HUM PHAT:"
Keterangan Singkat:
Vajra Kilaya adalah salah satu pelindung Dharma.
Dapat setiap saat atau dibaca sebelum memulai puja-bhakti, sebagai pelindung para umat dalam beribadah dari segala halangan.

Mantra "Yamantaka"

OM YAMANTAKA HUM PHAT

Keterangan Singkat:
Yamantaka sebagai pelindung Dharma bagi para pembina spiritual, sebagai pemakan segala karma buruk dan segala kekotoran/halangan yang ada di tubuh, ucapan, dan pikiran.

Dibaca setiap saat atau sebelum memulai puja-bhakti atau meditasi, sebagai pembersih tubuh, ucapan, dan pikiran.

Visualisasi Yamantaka juga digunakan pada mantra 100 Suku Kata, sebagai pemakan segala karma dan kekotoran yang ada di tubuh, ucapan, dan pikiran.

Mantra Hati "Vajrasattva"
"OM VAJRA SATTO HUNG:"
atau panjangnya:
"Om Sumbhani Sumbha Hara Chara Maha Pasha Maruda Amoga Vajrasattva Svaha"

Keterangan:
Vajrasattva merupakan Mahluk Suci pemegang vajra, yang menghancurkan segala kesombongan, keangkuhan, keterperdayaan, halangan.
Pembayangan:
Vajrasattva memancarkan sinar putih ketubuh, sehingga tubuh menjadi putih bersih bercahaya. Mantra dibaca sebanyak 7x atau 21x putaran mala.

Mantra "Maha Karuna Dharani"
( Mantra Dewi Avalokitesvara 1000 tangan )

Namo Ratna Tra Ya Ya
Nama Arya Jhana Sagara
Vairochana Vyuha RajaYa
TathagataYa
Nama Sarva Tathagate Byah
Arhate Byah Samyak Sam Buddha Byah.

Nama Arya Avalokiteshvara
Bodhi Sattvaya
Maha Sattvaya
Maha Karuni Kaya


Tadyatha
Om Dhara-Dhara
Dhiri-Dhiri Dhuru-Dhuru
Itte Vatte Chale-Chale
Prachale-Prachale
Kusume-Kusuma Vare
Ile Mili
Chiti Jhalam
Apanaye Svaha:

“Tata Cara Singkat Membaca Mantra Suci”

Membaca mantra bermanfaat dalam proses pembinaan spiritual, dan sekaligus menerima berkah dari para Mahluk Suci. Seperti halnya pembinaan spiritual lainnya, membaca mantra mempunyai berbagai macam tingkatan tergantung dari tingkat kehidupan spiritual masing-masing para mahluk. Atas petunjuk dari Guru, kami hanya dapat menayangkan cara singkat yang sangat mudah bagi para pemula yang ingin membaca mantra.
  • Kedua tangan harus dibersihkan dengan air bersih.
  • Mulut harus dikumur bersih dengan air bersih.
  • Sebaiknya meminum segelas air putih bersih.
  • Jika memungkinkan ambil posisi lotus (meditasi).
  • Ambil nafas dalam-dalam hingga keperut, lalu hembuskan perlahan-lahan hingga habis. Ulangi 3x.
  • Letakan mala ditangan kiri, pegang dengan 4 jari (kecuali ibu jari).
  • Bayangkan Kehadiran Mahluk Suci dihadapkan kita memancarkan sinar hingga menyinari seluruh tubuh kita.
  • Ibu jari lalu menarik satu butir mala kedalam sambil mengucapkan mantra dalam hati, dan seterusnya hingga beberapa putaran mala.

Perhatian:
  • Bagi para pemula, jangan membaca mantra terlalu cepat.
  • Jaga irama tempo yang seirama, sehingga dapat dihayati maknanya satu persatu.
  • Usahakan jangan berhenti ditengah putaran mala, selesaikan dahulu putaran mala hingga selesai.
sumber :http://reikinaqs.blogspot.com

0 komentar:

Posting Komentar

Analitic

Suasana angin Topan di surabaya november 2017

Suhu Malaysia yang gagal Panggil Shen

Upacara Buddha Tantrayana Kalacakra indonesia

Four Faces Buddha in Thailand 1 (Copy Paste Link ini) https://www.youtube.com/watch?v=jnI1C-C765I

SemienFo At Thailand 2 (Copy Paste Link ini) https://www.youtube.com/watch?v=GOzLybAhJ2s

Informasi

 
;