Sabtu, 05 Mei 2012

Zhong Kui

Zhong Kui bergelar Fu Mo Gong (Hok Mo Kong_Hokkian) yang berarti Datuk Penakluk Iblis/Hantu. Ia bertugas khusus untuk menangkap Hantu yang nakal dan para siluman yang akan mengganggu. Gambar Zhong Kui sering ditempelkan di daun pintu rumah untuk menakut-nakuti para hantu jahat supaya tidak berani mengganggu penghuni rumah. Sebab itu Zhong Kui seringkali dianggap sebagai pengganti Men Shen. Hari lahir Zhong Kui tidak tercatat, biasanya hari ulang tahunnya dijadikan satu dengan Men Shen.
Menurut legenda, Zhong Kui hidup pada jaman Dinasti Tang (618-907 M) dengan nama Zhong Jun Bao, sebagai penduduk Zhong Nan Shan, Kabupaten Gan-He. Ia dibesarkan dalam kemiskinan, tapi walaupun demikian ia sangat berbakti dengan orang tuanya. Ia sangat pandai dalam seni sastra dan membuat syair. Sayang sekali wajahnya sangat menakutkan.
Pada waktu Kaisar Gao Zu (618-626 M) naik tahta, pemerintah mengadakan ujian besar-besaran. Zhong Kui tanpa ragu-ragu lagi berangkat ke Kota Raja untuk mengikuti ujian itu.
Melihat makalah yang ditulisnya, Menteri bagian pengujian langsung menyatakan Zhong Kui lulus dengan nilai tertinggi. Pasa saat ia akan diangkat menjadi “Zhuang Yuan” (Gelar Sarjana Sastra pada waktu itu), Kaisar Gao Zu takut melihat wajahnya. Apalagi karena hasutan dari Menteri-Menteri lain. Akhirnya gelar untuk Zhong Kui dibatalkan dan dinyatakan tidak lulus. Karena jengkel dan putus asa, Zhong Kui mencabut pedangnya dan bunuh diri di Singgasana Kaisar.
Kaisar sangat menyesal atas kejadian itu. Ia lalu memerintahkan untuk mengadakan penguburan dengan upacara kenegaraan untuk Zhong Kui dan menganugerahkannya Gelar “Menteri Militer”, disamping Gelar Kesarjanaannya yaitu “Zhuang Yuan”. Bersama-sama pedangnya Zhong Kui dikuburkan. Kaisar kemudian mengangkat arwahnya menjadi “Qu Jian Da  Shen” yang berarti “Malaikat Besar Pengusir Para Hantu”.
Pada suatu hari Kaisar Xuan Zong (712-756 M) jatuh sakit. Sudah banyak tabib yang didatangkan untuk mengobati Sang Kaisar, tetapi Kaisar tak kunjung sembuh. Suatu malam Kaisar bermimpi, ia melihat dua hantu, yang satu tubuhnya kecil, berbaju merah dan salah satu kakinya tidak bersepatu, memegang kipas dari kertas. Hantu yang satu ini rupanya ingin mencuri seluring kumala dan tas kulit milik Selir Agung kesayangan Kaisar, yaitu Gui Fei. Hantu kecil ini sedang dikejar oleh Hantu yang lebih besar dan lebih kekar bentuk tubuhnya.
Hantu besar itu berjubah biru dan memakai topi yang bertelinga panjang bersepatu seperti Pejabat Pemerintah. Dengan tangannya yang kekar, ditangkapnya Hantu yang kecil, dicungkil matanya dan dimakan.
Dengan keheranan Sang Kaisar menanyakan siapa sebenarnya dia, Hantu tinggi besar itu menjawab bahwa dia adalah Zhong Kui, Sastrawan yang bunuh diri karena gagal ujian pada masa pemerintahan Kaisar Gao Zu. “Hamba telah bersumpaah untuk membunuh semua hantu di kolong langit ini, demi Sri Baginda”, katanya.
Sang Kaisar terbangun dari tidurnya dan demamnya ternyata hilang, dia merasa sehat kembali. Dipanggilnya seorang pelukis istana kenamaan Wu Dao Zi, untuk mengabadikan Hantu Pemangsa yang ditemui Kaisar di dalam mimpinya itu. Hasil lukisan inilah yang menjadi pedoman pelukis-pelukis jaman berikutnya sampai yang kita lihat sekarang. Perlu diketahui bahwa Wu Dao Zi juga meninggalkan sebuah lukisan Kong Zi (Kong Cu-Hokkian) yang masih bisa kita lihat sampai sekarang.
Zhong Kui dalam lukisan ditampilkan sebagai seorang pria berwajah galak, matanya melotot, jenggotnya kasar, kakinya terangkat satu dan menggenggam pedang. Pakaiannya berwarna merah seperti yang dipakai oleh Pejabat Tinggi jaman Dinasti Tang.
Bagi generasi-generasi kemudian, Zhong Kui menjadi pujaan masyarakat, sebagai seorang Dewa yang mampu mengganyang hantu dan siluman. Lukisan yang bertema Zhong Kui menaklukkan hantu, kemudian banyak jadi objek para pelukis.
Masyarakat sering menempelkan gambarnya di daun pintu, terutama pada malam Tahun Baru Imlek dan Hari Raya Tuan Wu (di sini sering disebut sebagai Pe’Cun) pada tanggal 5 bulan 5 Imlek.
Di kalangan Taoist, dikenal ada dua Penakluk Iblis/Hantu. Yang satu adalah Zhong Kui dan yang adalah Pan Guan (Poan Koan-Hokkian). Pan Guan adalah pengawas dan pemeriksa orang yang hidup dan yang mati di akhirat. Siapakah Pan Guan ini ? Konon Pan Guan adalah gelar yang diberikan pada Cui Jiao, orang terpelajar pada jaman Dinasti Tang. Di akhirat ia berhasil memperpanjang hidup Kaisar itu dengan mengganti huruf 1 menjadi 3, pada buku registrasi usia manusia dunia. Setelah meninggal Cui Jiao (Cui Khak_Hokkian) diberi gelar Pan Guan, yang menguasai buku registrasi orang-orang yang hidup di dunia. Pan Guan sama wujudnya dengan Zhong Kui, sebab itu orang Menganggapnya sama saja.

0 komentar:

Poskan Komentar

Informasi

Video ini biasanya banyak dicari , saya bagikan untuk kawan kawan . Semoga Buddha Dharma semakin berkembang,Jika Tergerak untuk Donasi , Silahkan Di paypal saja.Om Mani Padme Hum.

Upacara Buddha Tantrayana Kalacakra indonesia

Four Faces Buddha in Thailand 1 (Copy Paste Link ini) https://www.youtube.com/watch?v=jnI1C-C765I

SemienFo At Thailand 2 (Copy Paste Link ini) https://www.youtube.com/watch?v=GOzLybAhJ2s

Informasi

 
;