Selasa, 10 April 2012

Penyeberangan Arwah (chau tu)

Penyeberangan Arwah


Ritual Penyeberangan Arwah dari Manjusri
da orang bertanya kepada saya,
“Sebagai pemilik restoran, saya harus membunuh binatang hampir setiap hari. Apakah saya boleh bercatur-sarana dan menjalankan sadhana?”
Saya menjawab, “Tentu. Semua orang boleh bercatur-sarana dan bersadhana sehingga pada akhirnya akan mencapai pencerahan sebagai seorang Budha.
” Saya akan bercerita tentang salah seorang senior saya yang juga seorang Rinpoche. Meskipun ia seorang bhiksu, ia setiap hari pergi memancing. Baginya, memancing adalah cara melatih diri. Ia telah memancing selama lebih dari 40 tahun.
Pada suatu hari, ada seorang anak datang memprotesnya. “Kau ini aneh. Kau ini tidak seperti rohaniwan sama sekali. Peraturan Budhis sangat jelas jelas melarang pembunuhan, tapi kau malah membunuh banyak ikan. Kau telah membuat banyak karma buruk.
” Sang Rinpoche menjawab, “Kau adalah salah satu ikan yang saya bunuh.”
“Apakah maksudmu adalah bahwa dengan membunuh ikan, ikan itu  kau telah mempercepat tumimbal lahir mereka?” “Kita bisa membunuh dan menyeberangkan arwah pada saat yang bersamaan.”
“Bagaimana caranya melakukan ritual penyeberangan arwah (chau tu)?” Tanya seorang siswa kepada saya.
1. Bentuk mudra laut penyeberangan arwah. (Kedua telapak tangan menghadap ke atas; Terkecuali jari jempol, ke 4 jari lainnya saling bersilang; kemudian, jari jempol disentuhkan ke jari tengah dari tangan yang berbeda)
2. Visualisasikan kehadiran Mula Guru, para Budha dan Bodhisattva di angkasa.
3. Visualisasikan bija aksara “hum” dari cakra hati memancarkan banyak sinar putih kepada objek yang akan diseberangkan arwahnya.
4. Visualisasikan objek itu menjadi wujud semulanya.
5. Baca mantra penyeberangan arwah dari Manjusri sebanyak 7 kali: “Om, Ah Pei La Hum, Kan Chala Soha.”
Dengan kekuatan abhiseka itu, objek itu termurnikan dan terangkat secara perlahan ke angkasa.

4 komentar:

Anonim mengatakan...

Maunya anak itu berkata, kalo hewan boleh dibunuh, artinya manusia juga boleh dong. akan mempercepat tumimbal lahir manusia yg bejat ke alam neraka, supaya dunia bumi bersih. kalo udah di neraka akan dpt hukuman, kalo tdk akan dpt pencerahan. lalu cau tu aja org yg kita bunuh tadi. saya tetap berpandangan hewan sama dgn manusia, punya keluarga dan perasaan. teori tertentu kdg bisa buat sesat manusia. jika rinpoche adalah ikan itu, apa dia happy dibunuh manusia dgn alasan tadi. ???

Anonim mengatakan...

tambahan : cara cau tu tadi boleh dipakai, tapi tanpa niat membunuh. anak tadi adalah buddha. rinpoche adalah dewa.

Anonim mengatakan...

saya (anonymous yang lain) setuju dengan anda. sebenarnya tidak ada ajaran seperti dalam artikel tersebut. Meskipun seandainya saja si ikanlah yang meminta untuk dibunuh demi segera diseberangkan rohnyapun TETAP TIDAK BOLEH. untuk sebagian orang yang mungkin percaya artikel diatas, satu pesan saya, berhati-hatilah dalam mencari petuah atau ajaran atau ilmu, selalu selidiki kebenarannya dengan ajaran asli kitap tipitaka. ingat 10 sila buddhis, TIDAK BOLEH MEMBUNUH YA TIDAK BOLEH MEMBUNUH. TITIK. APAPUN ALASANNYA. bila saya bandingkan artikel di atas, itu sama saja dengan apa yang dilakukan robin hood adalah benar... fatal sekali.... sekali TIDAK BOLEH/ DILARANG MENCURI YA DILARANG MENCURI APAPUN ALASANNYA. lebih baik robin hood memberikan orang2 miskin ketrampilan atau pekerjaan dari pada mempercepat berakhirnya penderitaan mereka dengan memberikan uang hasil curian (meskipun mungkin saja itu uang pajak rakyat, toh robin hood tidak bisa membedakan mana uang si kaya yang asli dengan yang bukan). daripada si rinpoche membunuh apapun alasannya, lebih baik ia melimpahkan jaa pembacaaan mantra atau semacmnya untuk para ikan supaya karma buruknya yang lalu segera habis.

Anonim mengatakan...

saya (anonim yang lain) setuju dengan anda. sebenarnya tidak ada ajaran seperti dalam artikel tersebut. Meskipun seandainya saja si ikanlah yang meminta untuk dibunuh demi segera diseberangkan rohnyapun TETAP TIDAK BOLEH. untuk sebagian orang yang mungkin percaya artikel diatas, satu pesan saya, berhati-hatilah dalam mencari petuah atau ajaran atau ilmu, selalu selidiki kebenarannya dengan ajaran asli kitap tipitaka. ingat 10 sila buddhis, TIDAK BOLEH MEMBUNUH YA TIDAK BOLEH MEMBUNUH. TITIK. APAPUN ALASANNYA. bila saya bandingkan artikel di atas, itu sama saja dengan apa yang dilakukan robin hood adalah benar... fatal sekali.... sekali TIDAK BOLEH/ DILARANG MENCURI YA DILARANG MENCURI APAPUN ALASANNYA. lebih baik robin hood memberikan orang2 miskin ketrampilan atau pekerjaan dari pada mempercepat berakhirnya penderitaan mereka dengan memberikan uang hasil curian (meskipun mungkin saja itu uang pajak rakyat, toh robin hood tidak bisa membedakan mana uang si kaya yang asli dengan yang bukan). daripada si rinpoche membunuh apapun alasannya, lebih baik ia melimpahkan jasa pembacaaan mantra atau semacamnya untuk para ikan supaya karma buruknya yang lalu segera habis.

Poskan Komentar

 
;